Jakarta – Penyakit ginjal kronis atau chronic kidney disease (CKD) dikenal sebagai salah satu penyakit yang sulit dikenali pada tahap awal. Banyak penderita baru mengetahui kondisi ginjalnya bermasalah setelah fungsi organ tersebut menurun drastis hingga membutuhkan tindakan medis seperti hemodialisis atau cuci darah. Kondisi ini membuat penyakit ginjal kerap dijuluki sebagai silent disease atau penyakit yang berkembang tanpa gejala yang jelas.
Menurut pakar nefrologi dan dokter transplantasi dari Apollo Hospital Bengaluru, dr. Srivatsa A, salah satu alasan utama gejala penyakit ginjal terlambat muncul adalah kemampuan ginjal untuk beradaptasi. Organ ini memiliki cadangan fungsi yang sangat besar sehingga bagian ginjal yang masih sehat dapat bekerja lebih keras menggantikan jaringan yang telah mengalami kerusakan. Akibatnya, seseorang tetap dapat beraktivitas seperti biasa meski fungsi ginjalnya telah menurun secara signifikan.
Dokter menjelaskan bahwa tubuh baru mulai menunjukkan keluhan ketika kemampuan kompensasi tersebut tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan tubuh. Bahkan, seseorang dapat kehilangan hingga sekitar 80 persen fungsi ginjal tanpa merasakan gejala yang khas. Inilah yang menyebabkan banyak pasien datang ke rumah sakit ketika penyakit sudah memasuki stadium lanjut.
Saat fungsi ginjal semakin menurun, limbah metabolisme dan racun yang seharusnya disaring mulai menumpuk di dalam darah. Kondisi tersebut memicu berbagai gangguan kesehatan yang akhirnya dirasakan pasien. Gejala yang umum muncul antara lain kelelahan berat, mual, muntah, nafsu makan menurun, kulit terasa gatal, hingga pembengkakan pada kaki, pergelangan kaki, atau wajah akibat penumpukan cairan. Selain itu, produksi hormon eritropoietin oleh ginjal juga berkurang sehingga penderita dapat mengalami anemia yang ditandai dengan tubuh lemas dan sesak napas.
Sayangnya, banyak orang menganggap keluhan tersebut sebagai masalah kesehatan biasa. Rasa lelah sering dikaitkan dengan pekerjaan, sementara gangguan tidur, kulit kering, atau bengkak dianggap tidak berhubungan dengan ginjal. Padahal, gejala-gejala tersebut bisa menjadi tanda awal penurunan fungsi ginjal yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.
Faktor risiko penyakit ginjal kronis juga perlu mendapat perhatian. Diabetes melitus dan hipertensi merupakan penyebab paling umum kerusakan ginjal jangka panjang. Selain itu, obesitas, kebiasaan merokok, konsumsi obat pereda nyeri tanpa pengawasan dokter, pola makan tinggi garam, serta kurang minum air putih juga dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal.
Karena gejalanya sering datang terlambat, pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi langkah penting, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko. Pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, tes urine, hingga pemeriksaan kadar kreatinin dalam darah dapat membantu mendeteksi gangguan ginjal sejak dini sebelum terjadi kerusakan permanen. Deteksi dini memberikan peluang lebih besar untuk memperlambat perkembangan penyakit sehingga kualitas hidup pasien dapat tetap terjaga.
Menjaga kesehatan ginjal juga dapat dilakukan melalui perubahan gaya hidup. Mengonsumsi makanan bergizi seimbang, membatasi asupan garam, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, mencukupi kebutuhan cairan, serta menghindari rokok dan alkohol merupakan langkah sederhana yang mampu menurunkan risiko penyakit ginjal. Bagi penderita diabetes maupun hipertensi, mengontrol penyakit secara rutin juga menjadi kunci untuk mencegah kerusakan ginjal lebih lanjut.
Para ahli mengingatkan bahwa penyakit ginjal bukan hanya menyerang kelompok lanjut usia. Dalam beberapa tahun terakhir, kasus gangguan ginjal juga semakin banyak ditemukan pada usia produktif akibat pola hidup yang kurang sehat. Oleh karena itu, mengenali faktor risiko dan melakukan pemeriksaan sejak dini menjadi langkah terbaik agar penyakit tidak berkembang hingga stadium lanjut dan memerlukan cuci darah atau transplantasi ginjal.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/

























