Jakarta – Aksi nekat sepasang warga Rusia menggemparkan Kota New York setelah mereka memanjat hingga ke puncak antena Empire State Building demi menggelar momen lamaran yang tak biasa. Bukannya hanya menjadi kisah romantis, aksi tersebut justru berakhir dengan penangkapan oleh Kepolisian New York (NYPD) karena dilakukan tanpa izin di area terlarang.
Pasangan tersebut diketahui adalah Angela Nikolau dan Ivan “Vanya” Beerkus, dua konten kreator sekaligus rooftopper asal Rusia yang telah lama dikenal karena aksi memanjat gedung-gedung pencakar langit di berbagai negara. Nama keduanya semakin dikenal publik setelah menjadi bintang dalam film dokumenter Netflix Skywalkers: A Love Story yang dirilis pada 2024 dan mengisahkan perjalanan ekstrem mereka selama bertahun-tahun.
Peristiwa itu terjadi pada Rabu (1/7) waktu setempat. Mengenakan pakaian serba hitam, keduanya berhasil mencapai antena Empire State Building yang berada sekitar 443 meter di atas permukaan jalan. Dari atas bangunan ikonik tersebut, mereka membentangkan sebuah spanduk hitam bertuliskan, “When the power of love beats the love of power, the world knows peace.” Kalimat tersebut dikenal luas sebagai kutipan yang kerap dikaitkan dengan musisi legendaris Jimi Hendrix.
Tak lama setelah membentangkan spanduk, pasangan itu turun ke bagian platform antena yang sedikit lebih rendah. Di lokasi itulah Ivan Beerkus berlutut sambil mengeluarkan cincin dan melamar Angela Nikolau di ketinggian ratusan meter. Angela menerima lamaran tersebut, lalu keduanya berpelukan dan berciuman sebelum mengabadikan cincin pertunangan melalui ponsel mereka. Foto-foto momen romantis itu kemudian diunggah ke media sosial dan langsung menjadi viral.
Meski terlihat romantis, aksi tersebut memicu respons cepat aparat keamanan. Polisi New York segera menutup sebagian area di sekitar Empire State Building, menerbangkan drone serta mengerahkan helikopter untuk memantau situasi. Tim Emergency Service Unit (ESU) kemudian naik ke struktur antena guna memastikan keselamatan kedua pelaku sebelum mengevakuasi mereka turun ke bawah. Beruntung, tidak ada korban luka dalam insiden tersebut.
Setelah berhasil diamankan, Angela Nikolau dan Ivan Beerkus langsung dibawa ke kantor polisi. Keduanya menghadapi sejumlah dakwaan, mulai dari pembobolan, memasuki area terlarang, membahayakan keselamatan publik, perusakan, hingga kepemilikan alat yang diduga digunakan untuk membobol akses menuju antena gedung. Pihak kepolisian juga masih menyelidiki bagaimana pasangan tersebut bisa menembus sistem keamanan salah satu bangunan paling terkenal di Amerika Serikat.
Manajemen Empire State Building menegaskan bahwa aksi tersebut sepenuhnya tidak mendapat izin. Mereka menyatakan keselamatan pengunjung maupun penyewa gedung tidak pernah berada dalam bahaya. Pihak pengelola bahkan menyindir bahwa Empire State Building sebenarnya telah menyediakan paket lamaran resmi bagi pasangan yang ingin mengabadikan momen spesial secara aman dan legal tanpa harus mempertaruhkan nyawa.
Insiden ini juga memunculkan pertanyaan mengenai sistem keamanan gedung yang telah diperketat sejak serangan 11 September 2001. Hingga kini, otoritas masih menyelidiki jalur yang digunakan pasangan tersebut untuk mencapai antena di atas lantai observasi ke-102, area yang seharusnya tidak dapat diakses oleh pengunjung umum.
Di media sosial, aksi Angela dan Ivan menuai beragam respons. Sebagian warganet menganggapnya sebagai lamaran paling spektakuler yang pernah ada, sementara yang lain menilai tindakan tersebut sangat berbahaya dan berpotensi menginspirasi aksi serupa. Apa pun penilaiannya, kisah cinta pasangan Rusia ini sukses menarik perhatian dunia sekaligus menjadi pengingat bahwa mengejar momen romantis tetap harus mengutamakan keselamatan dan mematuhi aturan hukum.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/























