Jakarta – Amerika Serikat memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah menundukkan Bosnia dan Herzegovina dengan skor meyakinkan 2-0 pada laga fase gugur, Kamis (2/7) WIB. Bermain di hadapan pendukung sendiri, skuad asuhan Mauricio Pochettino menunjukkan mental luar biasa dengan tetap mampu meraih kemenangan meski harus bermain dengan 10 pemain selama sebagian besar babak kedua.
Sejak peluit awal dibunyikan, Amerika Serikat langsung mengambil inisiatif serangan. Christian Pulisic menjadi motor permainan dengan beberapa kali mengancam pertahanan Bosnia melalui kecepatan dan kreativitasnya. Di sisi lain, Bosnia mencoba mengandalkan serangan balik cepat, namun lini belakang Amerika tampil disiplin sehingga peluang berbahaya mampu diredam.
Kebuntuan akhirnya pecah tepat menjelang turun minum. Pada menit ke-45, Folarin Balogun berhasil memanfaatkan bola liar hasil pantulan di kotak penalti. Penyerang tersebut dengan tenang melepaskan tembakan kaki kiri yang gagal diantisipasi kiper Bosnia dan membawa Amerika Serikat unggul 1-0 hingga jeda pertandingan.
Memasuki babak kedua, pertandingan berubah menjadi lebih dramatis. Pada menit ke-61, Balogun harus meninggalkan lapangan setelah menerima kartu merah langsung akibat pelanggaran keras terhadap bek Bosnia, Tarik Muharemovic. Wasit sempat meninjau insiden tersebut melalui Video Assistant Referee (VAR), namun keputusan kartu merah tetap dipertahankan.
Kehilangan satu pemain membuat Amerika Serikat diprediksi akan kesulitan mempertahankan keunggulan. Bosnia pun meningkatkan intensitas serangan dan mencoba memanfaatkan keunggulan jumlah pemain. Namun, lini pertahanan USMNT tampil sangat solid. Tim Ream dan Chris Richards mampu mematahkan sejumlah peluang yang dibangun Bosnia sehingga gawang mereka tetap aman.
Alih-alih kebobolan, Amerika Serikat justru berhasil menggandakan keunggulan pada menit ke-82. Malik Tillman mencetak gol spektakuler melalui tendangan bebas yang meluncur deras ke sudut gawang Bosnia. Gol tersebut sekaligus memastikan kemenangan 2-0 bagi tuan rumah dan disambut meriah oleh puluhan ribu pendukung yang memenuhi stadion.
Kemenangan ini memiliki arti penting bagi sepak bola Amerika Serikat. Selain mengantarkan mereka ke babak 16 besar, hasil tersebut juga mengakhiri penantian panjang USMNT untuk meraih kemenangan di fase gugur Piala Dunia, sekaligus memutus rekor buruk saat menghadapi tim-tim asal Eropa di turnamen tersebut.
Meski demikian, Amerika Serikat harus membayar kemenangan ini dengan absennya Balogun pada laga berikutnya akibat hukuman akumulasi kartu merah. Mauricio Pochettino dipastikan harus menyiapkan strategi baru untuk mengisi kekosongan di lini depan ketika menghadapi lawan yang lebih berat.
Di babak 16 besar, Amerika Serikat akan berhadapan dengan Belgia. Pertemuan ini menjadi laga yang menarik karena mengingatkan publik pada duel kedua tim di Piala Dunia 2014, ketika Belgia berhasil menyingkirkan Amerika Serikat. Kini, USMNT memiliki kesempatan untuk membalas kekalahan tersebut sekaligus melanjutkan perjalanan mereka di Piala Dunia 2026.
Dengan semangat juang yang ditunjukkan saat menghadapi Bosnia, Amerika Serikat membuktikan bahwa mereka bukan sekadar tuan rumah, tetapi juga salah satu tim yang layak diperhitungkan dalam perebutan gelar juara Piala Dunia 2026.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/























