flamingo-colony
Terungkap! Ini Alasan Ilmiah Mengapa Flamingo Berwarna Pink

Jakarta – Flamingo dikenal sebagai salah satu burung paling ikonik di dunia karena warna bulunya yang mencolok. Namun, banyak orang masih bertanya-tanya: apakah flamingo memang terlahir berwarna pink? Jawabannya ternyata tidak. Warna khas tersebut justru berasal dari pola makan dan proses biologis yang terjadi di dalam tubuhnya.

Secara ilmiah, flamingo sebenarnya tidak lahir dengan bulu berwarna merah muda. Anak flamingo biasanya menetas dengan bulu berwarna abu-abu atau putih. Warna pink baru muncul seiring pertumbuhan mereka, setelah mulai mengonsumsi makanan tertentu yang kaya pigmen alami. Pigmen ini dikenal sebagai karotenoid, yaitu senyawa warna merah-oranye yang juga ditemukan pada wortel, udang, dan ganggang.

Di habitat aslinya, flamingo memakan alga biru-hijau, larva serangga, dan udang kecil (brine shrimp). Semua makanan tersebut mengandung karotenoid dalam jumlah tinggi. Setelah masuk ke tubuh flamingo, pigmen ini diproses oleh hati dan kemudian disimpan pada bulu, kulit, serta paruh. Proses inilah yang membuat warna tubuh flamingo berubah menjadi pink atau merah muda.

Menariknya, intensitas warna flamingo dapat berbeda-beda tergantung pola makan. Flamingo yang mendapatkan asupan karotenoid lebih banyak akan memiliki warna pink yang lebih cerah. Sebaliknya, flamingo yang kekurangan pigmen tersebut bisa terlihat pucat bahkan mendekati putih. Fakta ini sering terlihat pada flamingo di kebun binatang. Oleh karena itu, pengelola kebun binatang biasanya memberikan pakan tambahan yang mengandung karotenoid agar warna flamingo tetap cerah seperti di alam liar.

Selain soal estetika, warna pink ternyata memiliki fungsi penting dalam kehidupan flamingo. Warna cerah menjadi sinyal kesehatan dan kebugaran bagi pasangan. Dalam dunia satwa, warna mencolok sering menjadi indikator bahwa individu tersebut sehat dan memiliki asupan nutrisi cukup. Flamingo dengan warna pink cerah biasanya dianggap lebih menarik saat musim kawin, sehingga memiliki peluang lebih besar untuk mendapatkan pasangan.

Fenomena perubahan warna akibat makanan sebenarnya tidak hanya terjadi pada flamingo. Banyak hewan lain mengalami hal serupa. Misalnya, ikan salmon memiliki warna daging kemerahan karena memakan krustasea yang kaya karotenoid. Hal ini menunjukkan betapa besar peran makanan dalam menentukan warna tubuh hewan di alam.

Fakta bahwa flamingo tidak terlahir pink juga menjadi pengingat bahwa alam bekerja melalui proses yang kompleks. Warna yang selama ini dianggap sebagai identitas flamingo ternyata merupakan hasil interaksi antara lingkungan, nutrisi, dan sistem metabolisme tubuh.

Kesimpulannya, warna pink pada flamingo bukanlah sifat bawaan sejak lahir, melainkan hasil dari pola makan yang kaya pigmen karotenoid. Tanpa makanan tersebut, flamingo mungkin tidak akan memiliki warna khas yang membuatnya terkenal di seluruh dunia.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/