Jakarta – Pemerintah Inggris resmi mengambil langkah drastis dalam perang melawan tembakau dengan mengesahkan kebijakan pelarangan pembelian rokok bagi generasi yang lahir pada 2009 dan setelahnya. Kebijakan ini menjadi salah satu regulasi antirokok paling ambisius di dunia karena bersifat permanen—artinya generasi tersebut tidak akan pernah diizinkan membeli rokok sepanjang hidup mereka.
Aturan tersebut merupakan bagian dari rancangan undang-undang kesehatan publik yang bertujuan menciptakan generasi bebas rokok dalam beberapa dekade ke depan. Pemerintah Inggris menilai kebijakan ini penting untuk menekan angka kematian akibat penyakit terkait tembakau yang masih tinggi setiap tahunnya.
Langkah ini bekerja dengan konsep “kenaikan usia minimum secara bertahap”. Jika saat ini usia legal pembelian rokok berada di angka 18 tahun, maka setiap tahun batas usia tersebut akan bertambah satu tahun. Dengan mekanisme ini, anak-anak yang lahir mulai 2009 akan selamanya berada di bawah batas usia legal untuk membeli rokok.
Kebijakan tersebut dipromosikan sebagai strategi jangka panjang untuk mengurangi jumlah perokok secara drastis tanpa langsung melarang konsumsi rokok bagi orang dewasa yang sudah merokok saat ini. Pemerintah menegaskan bahwa perokok yang sudah ada tidak akan dipaksa berhenti, tetapi generasi berikutnya diharapkan tidak akan pernah memulai kebiasaan merokok.
Menurut otoritas kesehatan Inggris, rokok masih menjadi salah satu penyebab utama penyakit serius seperti kanker paru-paru, penyakit jantung, dan stroke. Biaya kesehatan akibat penyakit terkait rokok juga membebani sistem kesehatan nasional hingga miliaran poundsterling setiap tahun. Dengan mengurangi jumlah perokok sejak usia muda, pemerintah berharap pengeluaran kesehatan jangka panjang dapat ditekan secara signifikan.
Selain melarang penjualan rokok kepada generasi tertentu, pemerintah juga memperketat aturan bagi retailer. Toko yang melanggar aturan dengan menjual rokok kepada generasi terlarang akan menghadapi sanksi tegas, termasuk denda besar dan kemungkinan pencabutan izin usaha. Kebijakan ini juga mencakup pembatasan produk vape dan rokok elektrik, yang dinilai semakin populer di kalangan remaja.
Meski mendapat dukungan luas dari kalangan kesehatan masyarakat, kebijakan ini tidak lepas dari kritik. Sejumlah pihak menilai aturan tersebut dapat memicu pasar gelap dan meningkatkan penjualan ilegal. Ada pula yang mempertanyakan aspek kebebasan individu, karena kebijakan ini menciptakan perbedaan hak berdasarkan tahun kelahiran.
Namun pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan investasi kesehatan jangka panjang. Banyak survei menunjukkan mayoritas masyarakat Inggris mendukung langkah ini, termasuk sebagian perokok yang berharap generasi muda tidak mengikuti kebiasaan mereka.
Jika berjalan sesuai rencana, Inggris berpotensi menjadi negara pertama yang secara bertahap menghapus kebiasaan merokok melalui regulasi usia permanen. Kebijakan ini juga diprediksi akan menjadi contoh bagi negara lain yang ingin menekan konsumsi tembakau secara sistematis.
Langkah besar ini menandai babak baru dalam kebijakan kesehatan global—sebuah upaya untuk memastikan generasi masa depan tumbuh tanpa ketergantungan pada rokok.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/
























