Kota Bekasi – Aktivitas pembuangan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, mengalami gangguan serius setelah insiden longsor gunungan sampah yang terjadi beberapa waktu lalu. Dampaknya, ratusan truk pengangkut sampah terpaksa mengantre panjang hingga mencapai sekitar delapan kilometer di ruas Jalan Siliwangi, Bekasi.
Antrean kendaraan tersebut didominasi oleh truk pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta yang hendak membuang sampah ke lokasi TPST Bantargebang. Panjangnya antrean membuat lalu lintas di sekitar kawasan Rawalumbu, Bekasi, mengalami kemacetan parah sejak pagi hari.
Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean truk mulai terlihat sejak sekitar pukul 09.00 WIB dan terus memanjang hingga lebih dari delapan kilometer. Kemacetan ini tidak hanya mengganggu aktivitas para sopir truk, tetapi juga berdampak pada mobilitas masyarakat yang melintasi jalur tersebut.
Gangguan operasional di TPST Bantargebang diduga merupakan dampak dari longsoran gunungan sampah yang terjadi pada awal Maret 2026. Insiden tersebut menyebabkan sebagian area pembuangan dan jalur operasional di dalam lokasi tertutup material sampah sehingga proses bongkar muat menjadi lebih lambat dari biasanya.
Akibat kondisi tersebut, truk-truk pengangkut sampah harus menunggu lebih lama sebelum diperbolehkan masuk ke area pembuangan. Para sopir bahkan mengaku harus menunggu berjam-jam di jalan untuk mendapatkan giliran membuang sampah yang mereka angkut dari berbagai wilayah di Jakarta.
Selain menimbulkan kemacetan panjang, antrean truk sampah juga memicu keluhan dari warga sekitar. Mereka mengeluhkan bau tidak sedap yang muncul dari muatan sampah di kendaraan yang mengantre di sepanjang jalan menuju TPST Bantargebang.
TPST Bantargebang sendiri merupakan salah satu fasilitas pengolahan sampah terbesar di Indonesia yang melayani wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Setiap hari, lokasi ini menerima sekitar 6.500 hingga 7.000 ton sampah dari ibu kota dan wilayah penyangga.
Besarnya volume sampah tersebut membuat TPST Bantargebang kerap mengalami tekanan operasional, terutama ketika terjadi gangguan seperti longsor atau cuaca ekstrem. Insiden longsor terbaru bahkan sempat menelan korban jiwa dan memicu perhatian pemerintah terkait kondisi pengelolaan sampah di kawasan tersebut.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta saat ini tengah melakukan berbagai langkah penanganan untuk menormalkan kembali operasional TPST Bantargebang. Salah satunya dengan melakukan penataan ulang area pembuangan serta memperbaiki jalur operasional yang terdampak longsor.
Selain itu, pemerintah juga tengah mengembangkan sejumlah fasilitas pengolahan sampah baru, termasuk proyek pengolahan sampah menjadi energi yang diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada TPST Bantargebang di masa depan.
Sementara itu, warga dan pengguna jalan berharap pemerintah dapat segera menyelesaikan masalah antrean truk sampah yang menyebabkan kemacetan panjang di Bekasi. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut dikhawatirkan akan terus mengganggu aktivitas masyarakat serta memperburuk persoalan lingkungan di sekitar lokasi pembuangan sampah terbesar di wilayah Jabodetabek tersebut.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/
























