Jakarta – Akses transportasi menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta kini semakin mudah setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi mengoperasikan rute baru Transjabodetabek dari Blok M menuju Bandara Soekarno-Hatta. Kehadiran layanan ini diharapkan menjadi solusi transportasi publik yang lebih praktis dan terjangkau bagi masyarakat yang ingin bepergian ke bandara tanpa menggunakan kendaraan pribadi.
Peresmian layanan tersebut dilakukan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, di Terminal Blok M, Jakarta Selatan, pada Kamis, 12 Maret 2026. Rute ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan konektivitas transportasi publik di wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Layanan Transjabodetabek Blok M–Bandara Soekarno-Hatta memiliki panjang lintasan sekitar 65,1 kilometer dengan estimasi waktu perjalanan sekitar 121 menit atau hampir dua jam dalam sekali perjalanan. Rute ini dirancang untuk menghubungkan pusat aktivitas masyarakat di Jakarta Selatan dengan salah satu bandara tersibuk di Indonesia.
Bus Transjabodetabek tersebut akan melewati sejumlah titik strategis di Jakarta, termasuk kawasan Sudirman, Semanggi, hingga area sekitar Gedung DPR/MPR sebelum melanjutkan perjalanan melalui jalan tol menuju kawasan bandara. Jalur tersebut dipilih untuk memudahkan mobilitas penumpang dari pusat kota menuju Bandara Soekarno-Hatta.
Pemerintah juga menyiapkan sejumlah armada bus untuk melayani rute ini dengan jadwal operasional yang cukup panjang. Bus akan beroperasi setiap hari mulai pagi hingga malam hari, sehingga masyarakat memiliki fleksibilitas waktu untuk menuju bandara menggunakan transportasi umum. Selain itu, interval keberangkatan bus dibuat cukup singkat agar penumpang tidak perlu menunggu terlalu lama.
Dari sisi tarif, layanan Transjabodetabek ini juga menawarkan harga yang relatif terjangkau. Pada masa awal operasional hingga periode tertentu, tarif perjalanan ditetapkan sekitar Rp3.500 per perjalanan, mengikuti skema tarif layanan Transjakarta yang berlaku secara umum.
Tarif tersebut jauh lebih murah dibandingkan beberapa moda transportasi lain menuju bandara, seperti taksi atau layanan transportasi daring. Oleh karena itu, pemerintah berharap layanan ini dapat menjadi alternatif utama bagi masyarakat yang ingin bepergian ke bandara dengan biaya yang lebih ekonomis.
Selain harga yang terjangkau, bus yang digunakan dalam layanan ini juga dirancang untuk memberikan kenyamanan bagi penumpang yang membawa barang atau koper. Armada bus memiliki desain lantai rendah (low entry) sehingga memudahkan penumpang naik dan turun, sekaligus menyediakan ruang yang cukup untuk menyimpan barang bawaan.
Kehadiran rute Blok M–Bandara Soekarno-Hatta juga merupakan bagian dari strategi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk memperluas jaringan transportasi massal di kawasan Jabodetabek. Dengan memperkuat integrasi transportasi publik, pemerintah berharap masyarakat semakin terdorong untuk meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih ke transportasi umum.
Langkah ini dinilai penting untuk mengurangi kemacetan yang selama ini menjadi salah satu persoalan utama di Jakarta. Dengan tersedianya transportasi publik yang lebih terintegrasi, mobilitas masyarakat di wilayah metropolitan diharapkan dapat menjadi lebih efisien.
Ke depan, pemerintah berencana terus mengembangkan jaringan Transjabodetabek dengan membuka rute-rute baru yang menghubungkan Jakarta dengan berbagai kota penyangga di sekitarnya. Dengan demikian, sistem transportasi publik di wilayah Jabodetabek diharapkan semakin modern, terintegrasi, dan mampu melayani kebutuhan mobilitas masyarakat secara lebih luas.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/

























