Bekasi – Peristiwa longsor gunungan sampah terjadi di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Minggu (8/3/2026). Insiden ini menimbulkan korban jiwa dan memicu operasi pencarian besar-besaran oleh tim gabungan. Aparat kepolisian memperkirakan sedikitnya 10 orang masih tertimbun material longsoran sampah di lokasi kejadian.
Menurut keterangan pihak kepolisian, data sementara menunjukkan bahwa korban yang diduga tertimbun terdiri dari beberapa sopir truk sampah serta warga sekitar yang bekerja sebagai pemulung di area TPST Bantargebang. Aktivitas pengangkutan dan pemilahan sampah yang sedang berlangsung saat kejadian membuat sejumlah orang berada di dekat titik longsor.
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Kusumo menjelaskan bahwa berdasarkan pendataan awal, korban yang diduga tertimbun diperkirakan mencapai sekitar 10 orang. Dari jumlah tersebut, lima orang diduga merupakan sopir truk sampah, sementara lima lainnya adalah warga yang mencari barang bekas atau pemulung di sekitar lokasi. Hingga saat ini, proses pencarian dan evakuasi masih terus dilakukan oleh tim penyelamat.
Dalam peristiwa tersebut, aparat juga telah menemukan sejumlah korban meninggal dunia. Data sementara menunjukkan setidaknya empat orang tewas akibat tertimbun longsoran sampah. Korban terdiri dari seorang pedagang kopi yang berada di sekitar lokasi, seorang pemulung, serta dua orang sopir truk sampah yang sedang beraktivitas saat kejadian berlangsung.
Selain korban meninggal, beberapa orang lainnya dilaporkan berhasil selamat dari kejadian tersebut. Dua sopir truk sampah diketahui berhasil menyelamatkan diri setelah longsoran terjadi. Mereka segera dievakuasi dari area berbahaya oleh petugas yang berada di lokasi kejadian.
Peristiwa longsor ini terjadi sekitar pukul 14.00 WIB di area zona pengelolaan sampah TPST Bantargebang. Seorang saksi mata yang saat itu sedang melakukan pengecekan keamanan di lokasi mengaku mendengar teriakan warga yang memperingatkan adanya longsor. Tidak lama kemudian, gunungan sampah besar tiba-tiba runtuh dan menutup jalan serta menimpa sejumlah truk sampah dan bangunan di sekitarnya.
Setelah menerima laporan kejadian, petugas kepolisian bersama berbagai instansi langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, antara lain TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, dinas lingkungan hidup, pemadam kebakaran, Palang Merah Indonesia, serta relawan. Tim gabungan juga menggunakan alat berat seperti ekskavator untuk mempercepat proses evakuasi korban.
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Asep Edi Suheri bersama sejumlah pejabat terkait turut meninjau langsung lokasi kejadian guna memastikan proses penanganan berjalan maksimal. Aparat juga terus berupaya mempercepat pencarian korban yang diduga masih tertimbun di bawah tumpukan sampah.
Selain fokus pada proses evakuasi, pihak berwenang juga mulai melakukan penyelidikan terkait penyebab longsornya gunungan sampah tersebut. Kerugian materi akibat peristiwa ini masih dalam tahap pendataan oleh petugas.
Insiden ini kembali menjadi perhatian terhadap potensi bahaya di kawasan tempat pembuangan sampah besar seperti TPST Bantargebang. Dengan tingginya aktivitas kendaraan pengangkut sampah serta banyaknya warga yang menggantungkan hidup sebagai pemulung, risiko kecelakaan kerja dan bencana lingkungan menjadi tantangan yang harus diantisipasi secara serius oleh pemerintah dan pengelola kawasan.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/























