1769079299-WhatsApp-Image-2026-01-21-at-17.37.00
Antisipasi Banjir Besar, Pemkab Bekasi Desak BBWS Segera Perbaiki Tanggul Citarum secara Permanen

CIKARANG PUSAT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi memberikan perhatian serius terhadap kondisi sejumlah titik tanggul di sepanjang aliran Sungai Citarum. Guna menghindari ancaman banjir luapan yang kerap menghantui warga, Pemkab Bekasi secara resmi mendesak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum untuk segera melakukan perbaikan tanggul secara permanen dan menyeluruh.

Langkah ini dinilai mendesak mengingat curah hujan ekstrem yang diprediksi masih akan mengguyur wilayah Jawa Barat, termasuk Bekasi, dalam beberapa pekan ke depan.

Mendesak Perbaikan Permanen di Titik Kritis

Pemkab Bekasi mengidentifikasi beberapa titik tanggul yang saat ini dalam kondisi kritis atau hanya diperbaiki secara darurat menggunakan karung pasir (sandbag). Perbaikan sementara tersebut dinilai tidak akan mampu menahan debit air yang tinggi jika Sungai Citarum mencapai level siaga.

Beberapa poin utama dalam usulan Pemkab Bekasi meliputi:

  • Konstruksi Beton Permanen: Mengganti tanggul tanah yang rawan longsor dengan dinding penahan tanah yang lebih kokoh.

  • Normalisasi Aliran: Melakukan pengerukan sedimen di sekitar area tanggul kritis agar daya tampung sungai lebih optimal.

  • Penguatan di Wilayah Hilir: Fokus perbaikan terutama di wilayah yang padat pemukiman seperti Kecamatan Pebayuran dan Muaragembong.

Koordinasi Intensif Pusat dan Daerah

Mengingat kewenangan pengelolaan Sungai Citarum berada di bawah pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR (BBWS Citarum), Pemkab Bekasi terus menjalin komunikasi intensif. Sinergi ini diperlukan agar anggaran perbaikan dapat segera dialokasikan dan pengerjaan fisik bisa dilakukan sebelum puncak musim hujan tiba.

“Kami tidak ingin hanya ada perbaikan darurat setiap kali terjadi kerusakan. Masyarakat butuh kepastian keamanan. Oleh karena itu, kami meminta BBWS untuk memprioritaskan perbaikan permanen di titik-titik yang sudah kami petakan,” tegas perwakilan Pemkab Bekasi pada Jumat (23/1/2026).

Komitmen Keselamatan Warga Bekasi

Selain mendesak perbaikan infrastruktur, Pemkab Bekasi juga terus menyiagakan personel BPBD dan relawan di sepanjang bantaran sungai. Pemantauan tinggi muka air (TMA) dilakukan selama 24 jam untuk memberikan peringatan dini kepada warga jika kondisi sungai mulai membahayakan.

Upaya perbaikan permanen ini diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka pendek bagi banjir, tetapi juga memberikan rasa aman jangka panjang bagi ribuan kepala keluarga yang tinggal di sepanjang aliran sungai terbesar di Jawa Barat ini.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/