SEOUL – Industri hiburan Korea Selatan kembali terguncang. Ikon K-Pop global, PSY (Park Jae-sang), kini tengah menjadi sorotan tajam pihak berwajib. Pelantun Gangnam Style tersebut diduga terlibat dalam pelanggaran aturan kepemilikan obat-obatan psikotropika tanpa prosedur yang sah.
Kasus ini mencuat setelah adanya laporan mengenai temuan obat-obatan tertentu di kediaman atau properti pribadi sang artis yang jumlah dan jenisnya diduga menyalahi Undang-Undang Pengendalian Narkotika di Korea Selatan.
Polisi Telusuri Asal-usul Resep
Merespons laporan tersebut, pihak kepolisian Seoul bergerak cepat. Fokus penyelidikan saat ini bukan hanya pada kepemilikan fisik obat tersebut, melainkan legalitas resep medisnya.
Penyidik tengah mendalami dugaan apakah PSY mendapatkan obat-obatan tersebut melalui resep ilegal, menggunakan nama orang lain (proxy prescription), atau membelinya dari jalur yang tidak resmi.
“Kami sedang memverifikasi catatan medis dan memanggil pihak rumah sakit terkait untuk memastikan apakah peresepan obat tersebut sesuai dengan diagnosis medis yang wajar atau ada penyalahgunaan,” ungkap sumber dari kepolisian, Jumat (12/12/2025).
Jika terbukti melanggar, PSY terancam sanksi hukum berat mengingat Korea Selatan memiliki kebijakan nol toleransi (zero tolerance) terhadap penyalahgunaan obat-obatan terlarang.\

P NATION: “Kami Kooperatif”
Di tengah badai spekulasi, agensi yang didirikan dan dipimpin oleh PSY, P NATION, akhirnya buka suara. Dalam pernyataan resminya, agensi membantah adanya niat penyalahgunaan narkotika, namun mengakui bahwa PSY sedang menjalani pengobatan untuk kondisi kesehatan tertentu.
“Artis kami menggunakan obat tersebut murni untuk keperluan medis atas anjuran dokter. Kami akan bersikap kooperatif sepenuhnya dengan pihak kepolisian untuk membuktikan bahwa tidak ada aturan hukum yang dilanggar,” tulis perwakilan P NATION.
Pernyataan ini dikeluarkan untuk meredam kepanikan penggemar dan investor, mengingat posisi PSY yang sangat sentral sebagai CEO agensi yang menaungi banyak bintang besar lainnya.
Reputasi dan Konser Terancam
Buntut dari kasus ini mulai terasa pada karier PSY. Sejumlah jadwal pertunjukan musik, termasuk seri konser musim panas ikoniknya, “Summer Swag”, kini berada di ujung tanduk.
Publik Korea yang dikenal kritis (k-netizens) mulai menyuarakan kekecewaan mereka di media sosial. Jika penyelidikan berlarut-larut atau status hukumnya naik menjadi tersangka, bukan tidak mungkin PSY harus menghadapi cancel culture dan pembatalan kontrak iklan, yang tentunya akan berdampak besar pada ekosistem bisnis P NATION.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update Bekasi lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/






















