Jakarta – Perseteruan hukum antara raksasa teknologi Samsung dan penyanyi internasional Dua Lipa kini memasuki fase baru. Samsung secara resmi membantah gugatan senilai sekitar Rp245 miliar yang diajukan oleh pelantun “Levitating” tersebut terkait dugaan penggunaan foto dirinya pada kemasan televisi tanpa izin.
Kasus ini mencuat setelah tim hukum Dua Lipa mengajukan gugatan di Amerika Serikat dengan nilai tuntutan mencapai 15 juta dolar AS atau setara sekitar Rp245 miliar. Gugatan tersebut menyebut Samsung menggunakan foto sang penyanyi pada kemasan televisi yang beredar di pasaran tanpa persetujuan maupun kompensasi.
Menurut dokumen gugatan, foto yang dipermasalahkan diambil saat Dua Lipa tampil di festival musik Austin City Limits pada 2024. Sang penyanyi mengklaim dirinya merupakan pemegang hak cipta atas foto tersebut. Ia menilai penggunaan gambar tersebut di kemasan TV dapat menimbulkan kesan seolah dirinya memberikan dukungan atau endorsement terhadap produk Samsung.
Tidak hanya soal hak cipta, gugatan tersebut juga menyinggung pelanggaran hak publikasi dan potensi kerugian terhadap citra merek pribadi Dua Lipa. Tim hukum menyatakan bahwa Samsung telah memperoleh keuntungan komersial dari penggunaan identitas sang artis tanpa izin resmi.
Dalam dokumen yang diajukan ke pengadilan, pihak Dua Lipa bahkan menyertakan bukti berupa tangkapan layar media sosial. Beberapa pengguna disebut mengaku tertarik membeli televisi karena melihat kemasan dengan gambar penyanyi tersebut. Hal ini dijadikan dasar bahwa keberadaan foto tersebut memiliki dampak promosi terhadap penjualan produk.
Namun Samsung tidak tinggal diam. Perusahaan teknologi asal Korea Selatan itu menegaskan bahwa mereka membantah seluruh tuduhan dalam gugatan tersebut. Pihak Samsung menilai klaim yang diajukan tidak berdasar dan berencana melawan gugatan di jalur hukum.
Meski detail pembelaan Samsung belum sepenuhnya diungkap ke publik, bantahan ini menandai potensi persidangan panjang antara dua pihak besar dari industri hiburan dan teknologi. Sengketa ini juga menyoroti isu penting terkait penggunaan citra selebritas dalam pemasaran produk.
Kasus ini menarik perhatian luas karena melibatkan dua nama besar dengan pengaruh global. Di satu sisi, Dua Lipa dikenal sebagai salah satu bintang pop terbesar saat ini dengan berbagai kerja sama brand ternama. Di sisi lain, Samsung merupakan salah satu produsen elektronik terbesar di dunia dengan distribusi produk yang sangat luas.
Penggunaan wajah selebritas dalam pemasaran memang bukan hal baru, tetapi kasus ini menunjukkan betapa sensitifnya isu izin penggunaan dan hak cipta di era digital. Banyak pakar hukum menilai perkara ini berpotensi menjadi preseden penting bagi industri teknologi dan hiburan di masa depan.
Jika gugatan berlanjut hingga persidangan, putusan pengadilan nantinya dapat menjadi rujukan bagi perusahaan global dalam menggunakan konten visual yang melibatkan figur publik. Sementara itu, publik masih menunggu perkembangan terbaru terkait bagaimana Samsung akan membuktikan pembelaannya di pengadilan.
Hingga kini, sengketa antara Dua Lipa dan Samsung masih terus bergulir dan berpotensi memakan waktu lama sebelum mencapai keputusan final.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/

























