Jakarta – Setelah menghilang selama lebih dari tujuh dekade, bangkai pesawat Pan American Airways (Pan Am) yang jatuh pada 1952 akhirnya berhasil ditemukan di dasar Samudra Atlantik, tepatnya di lepas pantai utara Puerto Riko. Penemuan ini menjadi salah satu pencapaian penting dalam sejarah investigasi penerbangan karena mengungkap lokasi pesawat yang selama 74 tahun menjadi misteri.
Penemuan tersebut dilakukan oleh Air/Sea Heritage Foundation bersama sejumlah mitra, termasuk tim dari program dokumenter Expedition Unknown milik Discovery Channel. Bangkai pesawat ditemukan pada Juni 2026 di kedalaman sekitar 610 meter menggunakan teknologi pencitraan bawah laut dan kendaraan bawah air yang dirancang untuk eksplorasi laut dalam.
Pesawat nahas itu diketahui jatuh ke laut tak lama setelah lepas landas dari Puerto Riko pada 11 April 1952. Saat itu, pesawat mengangkut 64 penumpang dan lima awak. Meski seluruh penumpang dan kru berhasil selamat dari benturan awal ketika pesawat mendarat darurat di laut, proses evakuasi berlangsung sulit akibat kondisi ombak dan lokasi yang jauh dari pantai. Akibatnya, hanya 17 orang yang berhasil diselamatkan, sementara 52 lainnya meninggal dunia.
Tragedi tersebut kemudian menjadi salah satu titik balik dalam sejarah keselamatan penerbangan sipil. Insiden itu mendorong lahirnya berbagai perubahan penting, termasuk kewajiban bagi maskapai untuk memberikan pengarahan keselamatan (safety briefing) kepada seluruh penumpang sebelum pesawat lepas landas. Demonstrasi penggunaan pelampung, jalur evakuasi, hingga prosedur darurat yang kini menjadi standar di seluruh dunia merupakan bagian dari reformasi yang dipicu oleh kecelakaan tersebut.
Tim peneliti menjelaskan bahwa identifikasi bangkai pesawat dilakukan melalui pencocokan bentuk badan pesawat, posisi mesin, serta komponen lain yang masih tersisa di dasar laut. Meski sebagian besar badan pesawat telah mengalami kerusakan akibat berada di bawah laut selama puluhan tahun, karakteristiknya masih cukup jelas untuk memastikan bahwa bangkai tersebut merupakan pesawat Pan Am yang hilang pada 1952.
Penemuan ini juga memberikan kesempatan bagi para peneliti untuk mempelajari lebih lanjut penyebab kecelakaan yang terjadi lebih dari tujuh dekade lalu. Selain memiliki nilai sejarah, temuan tersebut diharapkan dapat memperkaya dokumentasi mengenai perkembangan standar keselamatan penerbangan internasional yang terus mengalami penyempurnaan dari waktu ke waktu.
Bagi keluarga korban dan komunitas sejarah penerbangan, ditemukannya bangkai pesawat ini menjadi penutup dari misteri panjang yang telah berlangsung selama 74 tahun. Meski tidak mengubah tragedi yang telah terjadi, penemuan tersebut memberikan kepastian mengenai lokasi akhir pesawat sekaligus menjadi pengingat pentingnya inovasi dan peningkatan standar keselamatan dalam industri penerbangan modern.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/
























