Jakarta – Miliarder sekaligus CEO Tesla dan SpaceX, Elon Musk, memprediksi bahwa uang konvensional berpotensi kehilangan relevansinya pada masa depan. Menurutnya, perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), robotika, dan eksplorasi luar angkasa dapat mengubah cara manusia bekerja, memenuhi kebutuhan, hingga memahami arti kekayaan.
Prediksi tersebut disampaikan Musk dalam perbincangan bersama Walter Isaacson, penulis biografinya, melalui podcast The Builders. Dalam wawancara yang direkam pada Agustus dan dirilis pada Oktober 2026, Musk menggambarkan kemungkinan terbentuknya perekonomian masa depan yang tidak lagi bergantung pada uang seperti sekarang.
AI dan Robot Berpotensi Mengubah Sistem Ekonomi
Menurut Musk, kemajuan teknologi dapat memungkinkan mesin menghasilkan barang dan menyediakan layanan dalam jumlah sangat besar. Jika produktivitas meningkat hingga mampu memenuhi hampir seluruh kebutuhan manusia, uang sebagai alat untuk memperoleh barang dan jasa mungkin tidak lagi memiliki peran seperti saat ini.
Gagasan tersebut berkaitan dengan konsep ekonomi pascauang, yakni kondisi hipotetis ketika kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi dengan sangat mudah berkat otomatisasi dan melimpahnya sumber daya. Dalam skenario tersebut, manusia tidak lagi harus bekerja semata-mata demi mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Musk bahkan memperkirakan bahwa kecerdasan buatan dan robot pada akhirnya dapat melakukan sebagian besar pekerjaan dengan kemampuan yang melampaui manusia. Jika prediksi itu terwujud, aktivitas bekerja mungkin lebih banyak menjadi pilihan pribadi daripada kewajiban untuk bertahan hidup.
Namun, pandangan tersebut masih berupa prediksi. Belum ada kepastian mengenai kapan teknologi dapat mencapai kemampuan yang dibayangkan Musk atau bagaimana masyarakat akan beradaptasi terhadap perubahan tersebut.
Kekayaan Bisa Diukur dengan Cara Berbeda
Dalam wawancaranya, Musk juga menyinggung kemungkinan perubahan cara manusia menilai kekayaan. Apabila ekonomi berkembang hingga melampaui skala produksi di Bumi, ia membayangkan ukuran nilai dapat semakin berkaitan dengan aspek fisik, seperti massa, daya, dan energi, bukan semata-mata mata uang konvensional.
Ia turut menghubungkan gagasan itu dengan perkembangan teknologi luar angkasa. Ekonomi yang melibatkan aktivitas di luar Bumi berpotensi memiliki skala produksi dan kebutuhan sumber daya yang berbeda dari sistem ekonomi saat ini.
Meski demikian, gagasan tersebut tidak berarti uang akan segera menghilang. Sistem pembayaran, kepemilikan aset, serta mekanisme perdagangan masih menjadi bagian penting dalam kehidupan modern. Perubahan menuju ekonomi tanpa uang memerlukan perkembangan teknologi dan transformasi sosial yang sangat besar.
Masa Depan Tanpa Uang Masih Menyimpan Tantangan
Optimisme Musk tidak sepenuhnya menghilangkan kekhawatiran mengenai dampak AI terhadap masyarakat. Perkembangan otomatisasi berpotensi menggantikan sejumlah pekerjaan, mengubah kebutuhan keterampilan, dan memengaruhi pendapatan kelompok pekerja.
Investor teknologi Vinod Khosla, misalnya, menekankan bahwa melimpahnya barang dan jasa berkat AI tidak otomatis menjamin seluruh masyarakat menikmati manfaat yang sama. Kebijakan pemerintah dan distribusi hasil produktivitas akan menentukan apakah kemajuan tersebut memperkecil atau justru memperlebar kesenjangan ekonomi.
Tantangan lainnya adalah memastikan kebutuhan mendasar, seperti tempat tinggal, layanan kesehatan, pendidikan, dan energi, benar-benar dapat diakses oleh masyarakat luas. Produksi yang melimpah tidak selalu berarti distribusi yang merata.
Karena itu, prediksi Elon Musk mengenai masa depan tanpa uang sebaiknya dipahami sebagai gambaran kemungkinan, bukan kepastian. Kemajuan AI dan robotika memang berpotensi mengubah ekonomi dunia, tetapi bagaimana perubahan tersebut memengaruhi kehidupan manusia akan bergantung pada perkembangan teknologi, kebijakan publik, dan cara masyarakat mengelola sumber daya.
Jika visi tersebut terwujud, pertanyaan besar bagi manusia bukan hanya bagaimana memperoleh uang, melainkan juga bagaimana menemukan tujuan hidup ketika bekerja demi memenuhi kebutuhan ekonomi tidak lagi menjadi keharusan utama.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/






















