OIF (32)
Pemilu Israel Makin Sengit, Koalisi Netanyahu Tertinggal Tipis dari Lawan

Jakarta – Persaingan menuju Pemilu Israel 2026 semakin ketat. Hasil survei terbaru menunjukkan kubu oposisi sedikit berada di depan koalisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, meski selisihnya sangat tipis dan belum memberikan gambaran pasti mengenai siapa yang akan membentuk pemerintahan berikutnya.

Survei yang dirilis lembaga penyiaran publik Israel, KAN, pada Minggu (4/10/2026), menempatkan kubu oposisi dengan proyeksi 52 kursi, sedangkan blok yang mendukung Netanyahu diperkirakan memperoleh 51 kursi. Pemilu sendiri dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober 2026.

Hasil tersebut menunjukkan persaingan politik Israel masih berada dalam kondisi sangat ketat. Dalam sistem pemilu Israel, sebuah pemerintahan membutuhkan dukungan setidaknya 61 dari 120 kursi Knesset untuk memperoleh mayoritas.

Artinya, baik kubu Netanyahu maupun oposisi belum memiliki jumlah kursi yang cukup untuk membentuk pemerintahan secara mandiri berdasarkan survei tersebut.

Partai Eisenkot Masih Unggul

Pada tingkat partai, Yashar yang dipimpin mantan kepala staf militer Israel, Gadi Eisenkot, menjadi partai dengan perolehan kursi tertinggi. Partai tersebut diproyeksikan meraih 23 kursi.

Sementara itu, Likud yang dipimpin Netanyahu berada di posisi kedua dengan perkiraan 21 kursi. Posisi tersebut menunjukkan bahwa pertarungan antara Eisenkot dan Netanyahu menjadi salah satu perhatian utama menjelang pemungutan suara.

Selain Yashar dan Likud, partai B’Yahad yang dipimpin mantan Perdana Menteri Naftali Bennett diperkirakan mendapatkan 12 kursi. Sementara Yisrael Beytenu memperoleh sembilan kursi dan Partai Demokrat yang dipimpin Yair Golan mendapatkan delapan kursi.

Komposisi tersebut membuat tidak ada satu kelompok politik yang memiliki jalan mudah menuju mayoritas.

Oposisi Belum Tentu Bisa Membentuk Pemerintahan

Meski unggul satu kursi dalam proyeksi blok, oposisi menghadapi persoalan lain. Sejumlah partai oposisi sebelumnya telah berkoordinasi untuk meningkatkan peluang menggulingkan pemerintahan Netanyahu, tetapi pembentukan koalisi setelah pemilu tetap menjadi tantangan.

Lima pemimpin oposisi, termasuk Eisenkot, Yair Lapid, Naftali Bennett, Avigdor Lieberman, dan Yair Golan, telah menyepakati kerja sama menjelang pemilu. Mereka berkomitmen meningkatkan partisipasi pemilih serta melakukan koordinasi dalam sejumlah aspek kampanye.

Namun, hasil survei menunjukkan kubu oposisi masih membutuhkan dukungan tambahan untuk mencapai angka 61 kursi. Partai-partai Arab diproyeksikan memegang posisi penting dalam konfigurasi parlemen.

Dalam survei KAN terbaru, partai-partai Arab diperkirakan mendapatkan total 13 kursi. Sementara itu, aliansi yang dipimpin Yoaz Hendel dan Yaron Zelekha diproyeksikan memperoleh empat kursi.

Situasi tersebut berpotensi membuat proses pembentukan pemerintahan berlangsung rumit apabila hasil pemilu tidak menghasilkan mayoritas yang jelas.

Netanyahu Masih Punya Peluang

Meski tertinggal tipis dalam survei terbaru, Netanyahu belum bisa dianggap kehilangan peluang. Sejumlah survei sebelumnya justru memperlihatkan kubunya sempat unggul.

Reuters mencatat bahwa dalam beberapa bulan terakhir, berbagai survei menunjukkan persaingan yang ketat. Bahkan terdapat survei yang memperlihatkan kubu Netanyahu maupun oposisi sama-sama kesulitan mencapai mayoritas.

Karena itu, hasil pemilu 27 Oktober mendatang masih sangat terbuka. Perubahan dukungan beberapa kursi saja dapat menentukan siapa yang memiliki peluang lebih besar membentuk pemerintahan.

Bagi Netanyahu, pemilu ini menjadi ujian penting setelah bertahun-tahun mendominasi politik Israel. Sementara bagi Eisenkot dan kelompok oposisi, hasil pemilu menjadi kesempatan untuk mengakhiri pemerintahan Netanyahu dan membawa arah politik baru.

Dengan selisih hanya satu kursi dalam survei terbaru, pertarungan menuju Knesset diperkirakan akan berlangsung sengit hingga hari pemungutan suara.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/