CfsLQM7Odl
Sudah Sering Dibersihkan tapi Rumah Tetap Berdebu? Ini 4 Biang Keladinya

Jakarta – Rumah yang sudah rutin dibersihkan tetapi tetap cepat berdebu tentu bisa membuat penghuni merasa kesal. Debu dapat kembali terlihat di meja, lantai, rak, hingga berbagai perabot hanya dalam waktu singkat. Kondisi tersebut sebenarnya tidak selalu berarti rumah kurang bersih. Ada sejumlah sumber debu yang sering luput dari perhatian dan membuat kotoran kembali menumpuk.

Debu di dalam rumah dapat berasal dari berbagai sumber, baik dari luar maupun aktivitas yang berlangsung di dalam ruangan. Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat (EPA) menjelaskan bahwa pengendalian sumber, ventilasi, dan penyaringan udara merupakan beberapa langkah yang dapat membantu mengurangi paparan polutan di dalam ruangan.

Berikut beberapa sumber yang dapat membuat rumah cepat berdebu.

1. Karpet dan Furnitur Berbahan Kain

Karpet, sofa, kasur, tirai, dan berbagai furnitur berbahan kain dapat menjadi tempat debu menempel dan terperangkap. Jika jarang dibersihkan, partikel tersebut dapat kembali beterbangan ketika karpet diinjak atau furnitur digunakan.

EPA menyebut karpet dapat menangkap partikel dalam jumlah cukup besar. Namun, perawatan yang tidak memadai dapat menyebabkan debu dan kotoran menumpuk dan kembali terlepas ke udara ketika terjadi aktivitas sehari-hari. Karena itu, karpet sebaiknya dibersihkan secara rutin menggunakan penyedot debu.

2. Sprei, Kasur, dan Bantal

Tempat tidur juga menjadi salah satu area yang sering menyimpan debu tanpa disadari. Selain serpihan kulit manusia, kasur dan perlengkapan tidur dapat menjadi tempat hidup tungau debu.

American Lung Association menjelaskan bahwa tungau debu dapat ditemukan pada tempat tidur, kasur, furnitur berlapis kain, karpet, maupun tirai. Kelembapan menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi keberadaan tungau tersebut.

Karena itu, mencuci sprei, sarung bantal, dan selimut secara rutin dapat membantu mengurangi penumpukan debu serta alergen di kamar tidur.

3. Hewan Peliharaan

Bagi pemilik hewan peliharaan, bulu dan serpihan kulit hewan juga dapat menjadi salah satu sumber partikel di dalam rumah. Kucing dan anjing dapat membawa kotoran dari luar sekaligus meninggalkan bulu dan dander di lantai, sofa, karpet, atau tempat tidur.

Membersihkan area yang sering digunakan hewan peliharaan dan melakukan perawatan secara rutin dapat membantu mengurangi penumpukan partikel tersebut. Penyedot debu juga dapat digunakan pada area yang menjadi tempat hewan sering beraktivitas.

4. Sirkulasi Udara dan Kebiasaan Membersihkan Rumah

Sirkulasi udara yang kurang baik dapat membuat partikel tetap berada di dalam ruangan. Sebaliknya, debu dari luar juga dapat masuk melalui pintu, jendela, dan ventilasi.

Cara membersihkan rumah juga berpengaruh. Menggunakan kain lembap saat mengelap permukaan dapat membantu menangkap debu sehingga tidak mudah kembali beterbangan. EPA merekomendasikan membersihkan debu dengan kain lembap serta menyedot debu pada karpet dan furnitur secara rutin.

Membersihkan kipas angin, filter AC, tirai, dan bagian rumah yang jarang tersentuh juga penting. Area-area tersebut sering menjadi tempat debu berkumpul sebelum akhirnya kembali tersebar ke ruangan.

Untuk mengurangi debu, pemilik rumah dapat menerapkan jadwal pembersihan secara rutin, menggunakan penyedot debu, mencuci perlengkapan tidur, merawat hewan peliharaan, dan menjaga kelembapan ruangan. EPA secara umum merekomendasikan kelembapan relatif sekitar 30-50 persen di dalam rumah untuk membantu mengendalikan pertumbuhan tungau debu dan beberapa kontaminan biologis.

Jadi, rumah yang cepat berdebu tidak selalu disebabkan oleh kurangnya frekuensi membersihkan lantai. Karpet, furnitur kain, perlengkapan tidur, hewan peliharaan, serta sirkulasi udara dapat ikut berperan. Dengan menemukan sumbernya, proses membersihkan rumah dapat dilakukan secara lebih efektif dan debu tidak mudah kembali menumpuk.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/