trump-portrait-gallery-01
Trump Akhirnya Angkat Bicara soal Tragedi Sekolah di Iran, Sebut Serangan Tidak Disengaja

Jakarta – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump akhirnya memberikan tanggapan terkait serangan mematikan yang menghantam sebuah sekolah perempuan di kota Minab, Iran. Insiden tersebut menjadi salah satu tragedi paling mematikan dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran sepanjang tahun 2026.

Dalam pernyataannya, Trump mengatakan bahwa dirinya tidak percaya ada pihak yang secara sengaja menargetkan sekolah tersebut. Ia menegaskan bahwa penyelidikan resmi masih berlangsung dan pemerintah akan menunggu hasil investigasi sebelum mengambil kesimpulan akhir mengenai pihak yang bertanggung jawab atas serangan itu.

Pernyataan tersebut muncul beberapa bulan setelah serangan yang terjadi pada 28 Februari 2026 menghantam sebuah sekolah dasar khusus perempuan di Minab. Serangan itu dilaporkan menewaskan sedikitnya 175 orang, sebagian besar merupakan anak-anak dan tenaga pengajar yang sedang berada di lingkungan sekolah saat ledakan terjadi.

Trump Ubah Nada Pernyataannya

Komentar terbaru Trump menarik perhatian karena berbeda dengan pernyataan sebelumnya. Pada awal Maret, Trump sempat menuding Iran sebagai pihak yang bertanggung jawab atas tragedi tersebut. Namun, hasil investigasi awal yang dilaporkan sejumlah media internasional menunjukkan adanya indikasi bahwa serangan kemungkinan berasal dari operasi militer Amerika Serikat yang menggunakan data intelijen yang sudah tidak akurat.

Dalam pernyataan terbarunya, Trump menyebut bahwa “tidak ada yang melakukan itu dengan sengaja” dan menekankan pentingnya menunggu hasil penyelidikan lengkap. Ia juga mengatakan akan menghormati hasil investigasi yang dilakukan militer Amerika Serikat.

Menurut sejumlah laporan, lokasi sekolah tersebut berada tidak jauh dari fasilitas yang dikaitkan dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC). Faktor inilah yang disebut-sebut menjadi salah satu alasan mengapa target tersebut diduga mengalami salah identifikasi dalam proses penentuan sasaran militer.

Desakan Transparansi Meningkat

Kasus ini memicu gelombang kritik dari berbagai kalangan, termasuk anggota Kongres Amerika Serikat. Sejumlah senator dan anggota parlemen meminta pemerintah memberikan penjelasan rinci mengenai proses penargetan yang menyebabkan jatuhnya korban sipil dalam jumlah besar. Mereka juga mendesak Pentagon untuk mempublikasikan hasil investigasi secara transparan.

Selain itu, berbagai organisasi hak asasi manusia dan pakar hukum internasional menilai insiden tersebut perlu diusut secara independen. Mereka menyoroti pentingnya perlindungan terhadap warga sipil dalam konflik bersenjata serta kepatuhan terhadap hukum humaniter internasional.

Muncul di Tengah Upaya Perdamaian AS-Iran

Pernyataan Trump juga muncul di tengah perkembangan penting hubungan Washington dan Teheran. Amerika Serikat dan Iran baru saja mengumumkan kesepakatan gencatan senjata yang bertujuan mengakhiri konflik berkepanjangan antara kedua negara. Kesepakatan tersebut mencakup penghentian permusuhan serta pembukaan kembali jalur perdagangan strategis di kawasan Timur Tengah.

Meski demikian, tragedi sekolah di Minab masih menjadi luka mendalam bagi masyarakat Iran. Banyak pihak menilai bahwa penyelesaian konflik tidak akan lengkap tanpa adanya kejelasan mengenai pihak yang bertanggung jawab atas kematian ratusan warga sipil, terutama anak-anak yang menjadi korban dalam insiden tersebut.

Hingga kini, hasil akhir investigasi resmi belum diumumkan. Dunia internasional pun masih menantikan jawaban pasti mengenai salah satu tragedi paling kontroversial dalam konflik AS-Iran tahun 2026.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/