Jakarta – Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan yang menimpa seorang perempuan asal Kabupaten Bandung menjadi perhatian publik setelah korban ditemukan dalam kondisi memprihatinkan usai menghilang selama hampir tiga tahun. Perempuan berinisial YTR tersebut diduga menjadi korban kekerasan yang dilakukan oleh pria berinisial TH, yang diketahui merupakan kekasihnya.
Peristiwa ini terungkap setelah keluarga menerima informasi dari seseorang yang tidak dikenal melalui pesan WhatsApp. Pesan tersebut memberitahukan bahwa korban sedang menjalani perawatan di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung. Saat keluarga mendatangi rumah sakit, mereka terkejut melihat kondisi korban yang mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh.
Menurut keterangan keluarga, korban pertama kali mengenal terduga pelaku pada tahun 2023 dalam sebuah acara konser musik di Bandung. Tak lama setelah menjalin hubungan, korban perlahan mulai menjauh dari keluarga hingga akhirnya sulit dihubungi. Bahkan, keluarga mengaku sempat percaya bahwa korban bekerja di Jakarta sebagaimana informasi yang diterima selama ini.
Selama tiga tahun terakhir, keluarga ternyata tidak pernah berhenti mencari keberadaan korban. Berbagai cara dilakukan, mulai dari mendatangi tempat kerja yang pernah disebutkan korban, mencari informasi ke lingkungan pertemanan, hingga menyebarkan informasi pencarian melalui media sosial. Namun seluruh upaya tersebut tidak membuahkan hasil. Keluarga juga sempat menerima pesan dari nomor yang mengatasnamakan korban, tetapi isi pesannya dianggap tidak wajar sehingga menimbulkan kecurigaan bahwa korban berada di bawah tekanan.
Adik korban mengungkapkan bahwa komunikasi yang terjadi selama masa hilangnya korban sangat terbatas. Korban bahkan disebut tidak diperbolehkan memegang telepon genggam sehingga keluarga kesulitan memastikan kondisinya. Situasi tersebut membuat pencarian semakin rumit dan menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan keluarga.
Saat ditemukan, kondisi fisik korban sangat memprihatinkan. Berdasarkan informasi dari pihak keluarga dan kepolisian, korban mengalami gangguan penglihatan yang parah, kesulitan berbicara, tidak dapat berjalan dengan normal, serta mengalami luka di bagian wajah, kepala, dan kaki. Polisi menduga korban mengalami penganiayaan berulang selama kurun waktu menghilang tersebut.
Polda Jawa Barat telah menerima laporan resmi terkait kasus ini dan saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam. Polisi juga terus memburu keberadaan terduga pelaku yang dilaporkan melarikan diri setelah kasus tersebut terungkap. Selain dugaan penganiayaan berat, aparat turut mendalami kemungkinan tindak pidana lain yang terjadi selama korban menghilang.
Keluarga berharap pelaku dapat segera ditangkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Mereka juga meminta agar proses hukum berjalan secara transparan sehingga korban memperoleh keadilan setelah mengalami penderitaan selama bertahun-tahun. Sementara itu, korban masih menjalani perawatan intensif dan pendampingan untuk memulihkan kondisi fisik maupun psikologisnya.
Kasus ini menjadi pengingat penting mengenai bahaya kekerasan dalam hubungan serta pentingnya respons cepat ketika seseorang kehilangan kontak dalam waktu lama. Aparat mengimbau masyarakat untuk segera melapor apabila menemukan indikasi kekerasan atau penyekapan agar korban dapat segera memperoleh pertolongan.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/
























