Jakarta – Pelatih Pep Guardiola akhirnya angkat bicara setelah Manchester City harus tersingkir dari ajang Liga Champions UEFA musim 2025/2026. Kekalahan dari Real Madrid di babak 16 besar menjadi pukulan telak bagi tim asal Inggris tersebut.
Manchester City gagal melangkah lebih jauh setelah kalah agregat telak dari Real Madrid. Pada leg kedua yang berlangsung di Stadion Etihad, City kembali tumbang dengan skor 1-2, sehingga agregat akhir menjadi 5-1 untuk keunggulan tim asal Spanyol tersebut.
Dalam konferensi pers usai pertandingan, Guardiola mengaku sebenarnya cukup puas dengan performa awal timnya. Ia menilai anak asuhnya tampil baik di awal laga, namun situasi berubah drastis setelah insiden kartu merah yang menimpa salah satu pemain kunci mereka.
Guardiola menyoroti bahwa timnya tidak mendapatkan kesempatan untuk bertanding secara adil sepanjang dua leg pertandingan. Ia menyebut kondisi “11 lawan 11” tidak terjadi secara maksimal, yang menurutnya sangat memengaruhi jalannya pertandingan.
Kartu merah yang diterima pemain City di awal laga membuat situasi semakin sulit. Bermain dengan 10 orang melawan tim sekelas Real Madrid jelas menjadi tantangan besar. Guardiola pun mengakui bahwa situasi tersebut membuat timnya kesulitan mengembangkan permainan dan mengejar ketertinggalan agregat.
Meski demikian, pelatih asal Spanyol itu tidak sepenuhnya menyalahkan keadaan. Ia tetap memberikan apresiasi kepada Real Madrid yang dinilainya tampil lebih efektif dan mampu memanfaatkan peluang dengan baik. Guardiola bahkan menyebut lawannya tersebut layak lolos ke babak berikutnya.
Selain itu, Guardiola juga menegaskan bahwa kekalahan ini bukan akhir dari segalanya bagi Manchester City. Ia menilai timnya sedang berada dalam fase transisi dengan sejumlah pemain muda yang mulai mendapatkan kesempatan bermain.
Menurutnya, pengalaman di Liga Champions musim ini akan menjadi pelajaran penting untuk perkembangan tim ke depan. Ia optimistis City bisa kembali lebih kuat di musim berikutnya dan bersaing lagi di level tertinggi Eropa.
Guardiola juga menanggapi kritik yang mulai bermunculan terkait performa timnya di kompetisi Eropa. Ia menegaskan tetap berkomitmen bersama Manchester City hingga kontraknya berakhir dan fokus untuk memperbaiki performa tim di kompetisi lain.
Kini, fokus Manchester City akan beralih ke kompetisi domestik. Mereka masih memiliki peluang untuk meraih trofi di ajang lain, termasuk liga domestik dan turnamen piala. Guardiola pun meminta para pemainnya untuk segera bangkit dan tidak larut dalam kekecewaan.
Kekalahan ini menjadi pengingat bahwa persaingan di Liga Champions semakin ketat, di mana kesalahan kecil bisa berujung fatal. Bagi Manchester City, kegagalan ini menjadi bahan evaluasi besar untuk kembali mengejar ambisi menjadi penguasa Eropa.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/




















