aniyuki-gachiakuta-coloring-pages-19
Drama Fans Memanas, Kreator Manga Gachiakuta Pilih Tinggalkan X Secara Permanen

Jakarta – Dunia manga dan anime kembali dihebohkan dengan kabar dari kreator manga populer Gachiakuta, Kei Urana. Sang mangaka dilaporkan resmi menghapus akun media sosial X (sebelumnya Twitter) miliknya setelah mendapat gelombang kritik dan serangan dari sejumlah penggemar di internet.

Keputusan tersebut langsung memicu perdebatan besar di kalangan komunitas anime dan manga. Banyak penggemar menyayangkan situasi yang terjadi, sementara sebagian lainnya menilai tekanan dari media sosial memang semakin sulit dihadapi oleh kreator populer.

Nama Kei Urana sendiri dikenal luas sebagai kreator manga Gachiakuta, serial action dark fantasy yang mulai terbit sejak 2022 dan berhasil mendapatkan popularitas besar di Jepang maupun internasional. Adaptasi anime dari manga tersebut bahkan semakin melambungkan popularitasnya dalam setahun terakhir.

Kontroversi ini bermula ketika akun media sosial Kei Urana ramai diserbu kritik dari sejumlah fans. Beberapa penggemar disebut melontarkan komentar tajam dan terus menandai akun sang mangaka dalam berbagai diskusi panas di platform X. Situasi tersebut kemudian memicu perseteruan dunia maya yang semakin membesar.

Menurut laporan yang beredar, Kei Urana sempat memblokir beberapa akun yang dianggap mengganggu atau membuat suasana media sosialnya tidak nyaman. Tindakan itu justru memicu reaksi lanjutan dari sebagian netizen hingga kontroversi semakin ramai diperbincangkan komunitas anime internasional.

Tak lama setelah drama tersebut memanas, akun X milik Kei Urana akhirnya menghilang dari pencarian publik. Hingga kini belum ada pernyataan resmi panjang dari sang mangaka mengenai alasan detail penghapusan akun tersebut. Namun banyak pihak menduga keputusan itu diambil demi menjaga kenyamanan dan kesehatan mentalnya dari tekanan media sosial.

Meski meninggalkan platform X, Kei Urana masih aktif menggunakan Instagram untuk membagikan artwork dan ilustrasi terbaru Gachiakuta. Namun kolom komentar di akun tersebut diketahui dimatikan, sehingga interaksi publik menjadi jauh lebih terbatas dibanding sebelumnya.

Sebelumnya pada awal 2026, Kei Urana juga sempat membuat pernyataan bahwa dirinya tidak nyaman dengan perkembangan fitur AI dan edit gambar di platform X. Ia bahkan mengaku lebih memilih membagikan karya seninya melalui Instagram dibanding media sosial milik Elon Musk tersebut.

Kasus serupa sebenarnya bukan pertama kali terjadi di industri manga Jepang. Beberapa kreator lain juga mulai mengurangi aktivitas media sosial akibat tekanan penggemar, komentar negatif, hingga kekhawatiran soal penggunaan karya seni untuk teknologi AI tanpa izin.

Di komunitas online, banyak netizen memberikan dukungan kepada Kei Urana. Sebagian penggemar menilai kreator manga juga manusia biasa yang berhak menjaga ruang pribadinya dari serangan internet berlebihan. Diskusi mengenai toxic fandom dan budaya cancel culture pun kembali mencuat setelah insiden ini viral di media sosial dan forum komunitas anime.

Terlepas dari kontroversi tersebut, popularitas Gachiakuta masih terus meningkat secara global. Manga ini bahkan memenangkan Kodansha Manga Award 2026 dan adaptasi animenya sukses menarik perhatian pecinta anime action fantasy di berbagai negara.

Banyak penggemar berharap Kei Urana tetap dapat melanjutkan karya-karyanya tanpa tekanan berlebihan dari media sosial. Sebab bagi sebagian pembaca, Gachiakuta telah menjadi salah satu manga generasi baru yang paling menjanjikan dalam beberapa tahun terakhir.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/