th (13)
Romelu Lukaku Siap Jadi Senjata Rahasia Belgia, Tak Keberatan Memulai dari Bangku Cadangan

JAKARTA – Penyerang Timnas Belgia, Romelu Lukaku, menegaskan dirinya tidak mempermasalahkan keputusan pelatih Rudi Garcia yang menempatkannya sebagai pemain pengganti atau supersub di Piala Dunia 2026. Bagi striker berusia 33 tahun itu, kepentingan tim jauh lebih penting dibandingkan status sebagai starter maupun pemain cadangan.

Lukaku mengaku memahami alasan sang pelatih mengambil keputusan tersebut. Setelah sempat mengalami cedera pada akhir musim bersama Napoli, kondisinya belum sepenuhnya siap untuk bermain sejak menit pertama. Karena itu, Garcia memilih mengelola menit bermain sang bomber secara bertahap agar tetap berada dalam kondisi terbaik sepanjang turnamen.

Meski lebih sering memulai laga dari bangku cadangan, Lukaku justru mampu menunjukkan efektivitas luar biasa. Pada laga pembuka Grup G melawan Mesir, ia masuk pada babak kedua dan hanya membutuhkan waktu 23 detik untuk membawa Belgia menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol tersebut menjadi bukti bahwa dirinya tetap mampu menjadi pembeda saat tim membutuhkan.

Penampilan impresif itu berlanjut hingga babak 16 besar. Saat menghadapi Amerika Serikat, Lukaku kembali dimainkan sebagai pemain pengganti dan berhasil mencetak gol yang memastikan kemenangan Belgia 4-1. Torehan tersebut sekaligus memperkuat reputasinya sebagai salah satu supersub paling efektif di ajang Piala Dunia.

Lukaku menegaskan dirinya tidak memiliki masalah dengan peran tersebut. Menurutnya, setiap pemain memiliki tanggung jawab yang sama untuk membantu tim meraih kemenangan, terlepas dari apakah bermain sejak menit pertama atau masuk dari bangku cadangan.

“Saya hanya ingin membantu tim. Jika pelatih merasa saya lebih berguna ketika masuk sebagai pemain pengganti, saya akan melakukannya dengan senang hati,” ujar Lukaku, seperti dikutip dari detikSport.

Pelatih Belgia, Rudi Garcia, sebelumnya menjelaskan bahwa keputusan tersebut murni didasarkan pada kondisi fisik pemain. Ia tidak ingin mengambil risiko memainkan Lukaku terlalu lama setelah pulih dari cedera, terlebih Belgia memiliki jadwal pertandingan yang padat di Piala Dunia.

Strategi tersebut sejauh ini terbukti efektif. Saat Charles De Ketelaere tampil sebagai starter, lini depan Belgia tetap mampu memberikan tekanan kepada lawan. Kehadiran Lukaku pada babak kedua kemudian menjadi pembeda berkat pengalaman, kekuatan fisik, dan insting mencetak gol yang dimilikinya. Kombinasi keduanya membuat variasi serangan Belgia semakin sulit ditebak lawan.

Selain menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Timnas Belgia, Lukaku juga dikenal sebagai sosok senior yang berpengaruh di ruang ganti. Pengalamannya di berbagai turnamen besar menjadi modal penting bagi skuad De Rode Duivels yang kini memadukan pemain senior dan generasi muda.

Belgia sendiri berhasil melangkah ke babak perempat final Piala Dunia 2026 dan akan menghadapi tantangan berat melawan Spanyol. Laga tersebut diprediksi berlangsung sengit karena mempertemukan dua tim yang sama-sama memiliki kualitas pemain kelas dunia.

Bagi Lukaku, siapa pun yang diturunkan sebagai starter bukanlah persoalan utama. Yang terpenting adalah Belgia mampu terus melangkah sejauh mungkin dalam perburuan gelar juara dunia pertama sepanjang sejarah mereka. Dengan performa yang terus meningkat sebagai supersub, Lukaku diyakini masih akan menjadi salah satu kartu truf utama Rudi Garcia dalam menghadapi laga-laga krusial di fase gugur.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/