Jakarta – Aparat kepolisian mengerahkan ratusan personel gabungan untuk mengamankan pelaksanaan Konser Akbar 2026 yang digelar di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, pada Sabtu (18/7) malam. Langkah ini dilakukan guna memastikan jalannya acara berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh pengunjung yang diperkirakan memadati kawasan pusat ibu kota.
Sebanyak 389 personel gabungan diterjunkan dalam operasi pengamanan tersebut. Personel berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, serta Polsek Gambir yang akan disebar di sejumlah titik strategis, mulai dari area pintu masuk, panggung utama, jalur pejalan kaki, hingga lokasi parkir kendaraan. Pengamanan juga difokuskan pada pengaturan arus massa agar tidak terjadi penumpukan di satu titik.
Kasi Humas Polres Metro Jakarta Pusat, Iptu Erlyn Sumantri, menjelaskan bahwa seluruh personel telah disiapkan untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan selama konser berlangsung. Kehadiran aparat diharapkan mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat yang datang menikmati pertunjukan musik klasik di kawasan Monas.
Selain pengamanan di lokasi acara, Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya juga telah menyiapkan skema rekayasa lalu lintas. Namun, polisi menegaskan bahwa tidak ada penutupan maupun pengalihan jalan secara permanen. Rekayasa hanya akan diberlakukan apabila kondisi di lapangan menunjukkan kepadatan yang berpotensi mengganggu kelancaran arus kendaraan.
Kabagbinopsnal Ditlantas Polda Metro Jaya, Kompol Robby Hefados, mengatakan penutupan jalan akan menjadi pilihan terakhir apabila ruas Jalan Medan Merdeka Selatan dipenuhi kendaraan parkir maupun lautan pengunjung sehingga kendaraan tidak lagi dapat melintas dengan aman. Dengan kata lain, sistem yang diterapkan bersifat fleksibel mengikuti kondisi di lapangan.
Meski demikian, masyarakat yang tidak memiliki kepentingan di sekitar Monas tetap diimbau untuk menghindari kawasan Jalan Medan Merdeka Selatan, Medan Merdeka Timur, hingga akses menuju Pintu Gambir. Imbauan tersebut bertujuan mengurangi potensi kemacetan yang diperkirakan meningkat menjelang dimulainya konser hingga acara selesai.
Melalui informasi yang disampaikan TMC Polda Metro Jaya, kepadatan lalu lintas diperkirakan mulai terjadi sejak sore hari. Karena itu, pengguna jalan disarankan memanfaatkan jalur alternatif apabila hendak melintasi kawasan pusat Jakarta pada jam-jam pelaksanaan konser.
Penyelenggaraan konser berskala besar di kawasan Monas memang selalu membutuhkan perhatian khusus. Selain menjadi ikon ibu kota, Monas juga berada di pusat aktivitas pemerintahan sehingga mobilitas kendaraan di sekitarnya relatif tinggi. Kehadiran ribuan penonton berpotensi meningkatkan volume lalu lintas secara signifikan apabila tidak diantisipasi sejak awal.
Untuk itu, aparat kepolisian juga mengajak masyarakat agar mematuhi arahan petugas di lapangan, mengikuti rambu-rambu sementara, serta tidak memarkir kendaraan di lokasi yang dilarang. Kerja sama antara pengunjung dan petugas dinilai menjadi faktor penting agar seluruh rangkaian acara dapat berlangsung dengan aman tanpa mengganggu aktivitas masyarakat lainnya.
Di sisi lain, penyelenggara juga diharapkan memastikan seluruh fasilitas pendukung, termasuk akses keluar-masuk penonton, area parkir, hingga jalur evakuasi, dapat berfungsi dengan baik. Dengan koordinasi antara penyelenggara, aparat keamanan, dan pemerintah daerah, konser diharapkan berjalan lancar serta memberikan pengalaman yang nyaman bagi para pengunjung.
Hingga menjelang pelaksanaan acara, kepolisian memastikan seluruh personel telah bersiaga di titik pengamanan masing-masing. Masyarakat yang ingin menghadiri konser diimbau datang lebih awal, menggunakan transportasi umum bila memungkinkan, serta terus memantau informasi lalu lintas agar perjalanan menuju Monas lebih nyaman dan terhindar dari kepadatan.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/





















