Jakarta – Manchester United mengalami malam yang mengecewakan setelah dihantam Como dengan skor 4-1 dalam pertandingan fase liga Liga Champions 2026/2027 di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Italia, Rabu (21/10/2026) malam waktu setempat. Kekalahan telak tersebut memperlihatkan rapuhnya pertahanan Setan Merah ketika menghadapi tekanan dan serangan cepat tuan rumah.
Como yang ditangani Cesc Fabregas tampil percaya diri sejak awal pertandingan. Sementara itu, tim asuhan Michael Carrick kesulitan mengembangkan permainan dan berulang kali kehilangan kendali ketika menghadapi intensitas permainan lawan.
Nico Paz Buka Keunggulan Sejak Menit Kedua
Pertandingan baru berjalan dua menit ketika Nico Paz membawa Como unggul. Gelandang asal Argentina tersebut memanfaatkan ruang di pertahanan Manchester United sebelum melepaskan tembakan melengkung yang gagal dijangkau kiper Senne Lammens.
Gol cepat itu membuat Como semakin nyaman membangun serangan. Manchester United sempat berusaha memberikan perlawanan melalui peluang Diogo Dalot dan sundulan Harry Maguire, tetapi belum berhasil menyamakan kedudukan.
Tuan rumah juga memperoleh sejumlah kesempatan melalui Anastasios Douvikas dan Martin Baturina. Penampilan Lammens membantu Manchester United terhindar dari kebobolan tambahan hingga babak pertama berakhir dengan skor 1-0.
Meski demikian, permainan United belum menunjukkan kestabilan. Lini tengah kesulitan menghentikan aliran bola Como, sedangkan barisan pertahanan kerap memberikan ruang bagi pemain lawan untuk masuk ke area berbahaya.
Babak Kedua Menjadi Petaka bagi Setan Merah
Memasuki babak kedua, Manchester United melakukan pergantian pemain dengan memasukkan Carlos Baleba dan Amad Diallo. Namun, perubahan tersebut belum mampu memperbaiki situasi.
Como justru menggandakan keunggulan pada menit ke-49. Nico Paz mengirimkan umpan kepada Douvikas yang kemudian menuntaskannya menjadi gol kedua tuan rumah.
Petaka kembali menghampiri United pada menit ke-57. Kesalahan penguasaan bola di area permainan sendiri dimanfaatkan Nico Paz untuk mencetak gol keduanya sekaligus membawa Como unggul 3-0.
Paz menjadi sosok paling menonjol dalam pertandingan tersebut. Selain mencetak dua gol, kontribusinya dalam membangun serangan turut membantu Como mengendalikan jalannya pertandingan.
Dominasi tuan rumah berlanjut hingga menit ke-76. Jacobo Ramón mencetak gol keempat melalui sundulan setelah menyambut umpan silang Kaiki Bruno. Skor berubah menjadi 4-0 dan semakin memperlihatkan kesulitan Manchester United mengatasi tekanan Como.
United baru mampu mencetak gol hiburan pada menit ke-90+1 melalui Joshua Zirkzee. Ia menyelesaikan umpan Amad Diallo setelah lolos dari pengawalan pemain bertahan. Gol tersebut sempat diperiksa melalui VAR sebelum akhirnya disahkan.
Pertandingan pun berakhir dengan kemenangan meyakinkan 4-1 bagi Como.
Posisi Michael Carrick Kembali Disorot
Hasil ini menambah tekanan terhadap Michael Carrick. Menurut laporan pertandingan Sky Sports dan The Guardian, Manchester United telah menjalani tujuh pertandingan tanpa kemenangan di semua kompetisi. Kekalahan dari Como juga membuat mereka baru mengumpulkan tiga poin dari tiga pertandingan fase liga Liga Champions.
Sebaliknya, Como mengoleksi enam poin dan memperlihatkan bahwa mereka mampu bersaing menghadapi klub dengan pengalaman panjang di kompetisi Eropa.
Meski hasil ini menjadi pukulan besar bagi Manchester United, perjalanan di Liga Champions masih berlanjut. Setan Merah perlu segera memperbaiki koordinasi pertahanan, efektivitas pressing, serta kemampuan mempertahankan penguasaan bola.
Bagi Como, kemenangan ini menjadi pencapaian penting sekaligus bukti efektivitas pendekatan permainan Cesc Fabregas. Sementara bagi United, kekalahan 1-4 menjadi peringatan bahwa perbaikan menyeluruh diperlukan jika mereka ingin kembali bersaing di level tertinggi sepak bola Eropa.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/






















