OIP (17)
Bukan Barang Biasa, 32 Iguana Galapagos Ditemukan Berdesakan dalam Koper WN Rusia

Jakarta – Seorang perempuan berkewarganegaraan Rusia ditahan otoritas Ekuador setelah diduga berusaha membawa puluhan iguana laut dari Kepulauan Galapagos keluar dari negara tersebut. Sebanyak 32 iguana ditemukan tersembunyi di dalam sebuah koper di Bandara Internasional Mariscal Sucre, Quito.

Penangkapan tersebut terjadi pada Sabtu (29/8/2026). Berdasarkan informasi dari kepolisian Ekuador, perempuan itu diduga hendak membawa satwa endemik tersebut menuju Islandia. Polisi menemukan 32 iguana laut yang disimpan dalam delapan wadah plastik di dalam koper miliknya.

Penemuan tersebut mengungkap dugaan upaya perdagangan ilegal satwa liar yang melibatkan salah satu hewan khas Galapagos. Kepolisian Ekuador melakukan operasi bersama kejaksaan dan otoritas lingkungan untuk mengamankan satwa sekaligus menangani proses hukum terhadap perempuan tersebut.

Kondisi 32 iguana yang ditemukan juga cukup memprihatinkan. Kementerian Lingkungan Hidup Ekuador menyebut reptil-reptil tersebut berada dalam kondisi lemah dan mengalami dehidrasi setelah disimpan di dalam wadah selama proses perjalanan.

Seluruh iguana kemudian dipindahkan ke pusat konservasi di wilayah Pichincha. Tim dokter hewan memberikan penanganan untuk membantu memulihkan kondisi satwa-satwa tersebut sebelum menentukan langkah konservasi selanjutnya.

Perempuan Rusia tersebut belum diungkap identitasnya kepada publik. Namun, pihak berwenang menyatakan dirinya akan menghadapi proses hukum atas dugaan perdagangan satwa liar. Jika terbukti bersalah, ia dapat menghadapi hukuman penjara hingga tiga tahun berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku di Ekuador.

Iguana laut yang ditemukan merupakan satwa endemik Kepulauan Galapagos. Artinya, spesies tersebut secara alami hanya ditemukan di wilayah kepulauan yang berada di lepas pantai Ekuador tersebut.

Galapagos dikenal sebagai salah satu kawasan dengan keanekaragaman hayati paling unik di dunia. Kepulauan tersebut menjadi habitat berbagai spesies yang tidak ditemukan di tempat lain, sehingga perlindungan terhadap satwa di wilayah tersebut menjadi perhatian penting pemerintah Ekuador.

Iguana laut Galapagos sendiri memiliki karakteristik yang berbeda dari kebanyakan jenis iguana. Reptil ini mampu mencari makanan di laut dan beradaptasi dengan lingkungan kepulauan vulkanik yang memiliki kondisi cukup ekstrem.

Status perlindungan terhadap satwa tersebut membuat pengangkutan keluar dari habitat aslinya tidak dapat dilakukan sembarangan. Perdagangan dan pemindahan satwa liar yang tidak memiliki izin dapat masuk dalam kategori pelanggaran hukum.

Kasus di Bandara Quito bukan pertama kalinya iguana laut Galapagos menjadi sasaran upaya penyelundupan. Pada Mei 2026, otoritas Ekuador juga mengungkap kasus lain ketika 12 iguana laut ditemukan dalam tiga koper milik tiga warga negara Thailand yang hendak melakukan perjalanan menuju Eropa.

Dalam kasus tersebut, dua iguana dilaporkan mati, sedangkan 10 lainnya berhasil diselamatkan dan kemudian dikembalikan ke habitat asalnya di Kepulauan Galapagos.

Berulangnya kasus penyelundupan menunjukkan besarnya tantangan yang dihadapi Ekuador dalam melindungi satwa endemik Galapagos. Pemeriksaan di bandara menjadi salah satu bagian penting dalam mencegah satwa dilindungi dibawa keluar dari wilayah konservasi.

Galapagos sendiri telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 1979 karena kekayaan dan keunikan ekosistemnya. Kepulauan tersebut berada sekitar 1.000 kilometer dari daratan utama Ekuador dan menjadi salah satu tujuan penelitian serta konservasi keanekaragaman hayati dunia.

Dengan ditemukannya 32 iguana dalam satu koper, otoritas Ekuador kembali diingatkan mengenai pentingnya pengawasan terhadap perdagangan satwa liar. Selain aspek hukum, kondisi iguana yang ditemukan juga menunjukkan risiko besar yang harus ditanggung hewan ketika dipindahkan secara ilegal.

Penyelidikan terhadap perempuan Rusia tersebut masih berlanjut. Sementara itu, puluhan iguana yang berhasil diselamatkan menjalani perawatan hingga kondisi mereka cukup stabil untuk menentukan langkah berikutnya.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/