OIP - 2026-08-11T154836.244
Trump Pasang Badan untuk Infantino: Singkirkan Presiden FIFA Bisa Jadi Kesalahan Besar

Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka memberikan dukungan kepada Presiden FIFA Gianni Infantino yang tengah menghadapi tekanan untuk meninggalkan jabatannya. Trump bahkan memperingatkan FIFA bahwa mengganti Infantino dapat menjadi sebuah kesalahan besar.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di platform Truth Social pada Selasa (11/8/2026). Trump menilai Infantino telah menjalankan tugasnya dengan sangat baik, terutama setelah memimpin penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Trump mengatakan FIFA akan melakukan kesalahan besar apabila mempertimbangkan untuk mengganti Infantino. Ia juga menilai keberadaan Infantino sangat penting bagi keberhasilan organisasi sepak bola dunia tersebut.

Trump bahkan mengklaim bahwa jika Infantino tidak lagi memimpin FIFA, turnamen Piala Dunia pada masa mendatang tidak akan mampu mencapai tingkat kesuksesan dan keuntungan seperti sebelumnya. Pernyataan tersebut menjadi bentuk dukungan terbuka Trump ketika posisi Infantino sedang mendapat tekanan dari sejumlah pihak.

Tekanan terhadap Infantino muncul setelah FIFA menghadapi kontroversi terkait rencana penjualan sebagian kepemilikan hak komersial kompetisi kepada investor swasta. Rencana tersebut dikaitkan dengan upaya membentuk struktur bisnis baru yang mengelola hak komersial kompetisi utama FIFA.

Rencana itu kemudian mendapat penolakan keras dari sejumlah konfederasi sepak bola. UEFA, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), dan Concacaf bahkan menyampaikan kritik terhadap kepemimpinan Infantino. Mereka menilai terdapat persoalan tata kelola dan hilangnya kepercayaan terhadap kepemimpinan FIFA.

Di tengah tekanan tersebut, Infantino sendiri tidak menyatakan keinginan untuk mundur. Ia masih mempertahankan posisinya dan berupaya mendapatkan dukungan dari anggota FIFA menjelang pemilihan presiden berikutnya.

Situasi ini membuat dukungan Trump menjadi sorotan. Hubungan Trump dan Infantino memang sudah cukup dekat dalam beberapa tahun terakhir. Keduanya kerap tampil bersama dalam berbagai agenda sepak bola, termasuk rangkaian kegiatan yang berkaitan dengan Piala Dunia 2026.

Trump juga memberikan pujian terhadap penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Ia menilai turnamen tersebut sebagai salah satu edisi paling sukses dalam sejarah. Pandangan tersebut kemudian menjadi salah satu alasan yang digunakan Trump untuk mempertahankan Infantino sebagai pemimpin FIFA.

Namun, dukungan dari Trump tidak serta-merta mengakhiri tekanan terhadap Infantino. Sejumlah konfederasi masih mempertanyakan kepemimpinannya dan meminta adanya perubahan dalam tata kelola FIFA. UEFA bersama AFC dan Concacaf sebelumnya bahkan telah membahas kemungkinan langkah lebih jauh jika persoalan tersebut tidak mendapatkan penyelesaian.

Persoalan tersebut juga menjadi semakin sensitif karena pemilihan presiden FIFA berikutnya akan menjadi momentum penting bagi masa depan organisasi. Infantino membutuhkan dukungan dari 211 asosiasi anggota FIFA untuk memastikan keberlanjutan kepemimpinannya.

Dengan kondisi tersebut, dukungan Trump menjadi salah satu perkembangan politik paling menarik dalam polemik internal FIFA. Di satu sisi, Infantino masih mendapatkan dukungan dari sejumlah pihak. Di sisi lain, kritik dari konfederasi besar menunjukkan bahwa masa depan kepemimpinannya belum sepenuhnya aman.

Untuk saat ini, Infantino masih bertahan sebagai Presiden FIFA. Pernyataan Trump setidaknya memperlihatkan bahwa orang nomor satu di Amerika Serikat tersebut tidak ingin perubahan kepemimpinan FIFA terjadi begitu saja. Namun, keputusan akhir mengenai masa depan Infantino tetap berada di tangan struktur dan anggota FIFA.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/