rel-kereta-api
2.200 Km Rel Kereta Mati Berpeluang Aktif Lagi, Inggris Dilirik Jadi Mitra Investasi RI

Jakarta – Pemerintah Indonesia membuka peluang kerja sama dengan investor asal Inggris untuk menghidupkan kembali sekitar 2.200 kilometer jalur kereta api yang sudah tidak beroperasi di berbagai wilayah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mempercepat pembangunan infrastruktur transportasi nasional sekaligus meningkatkan konektivitas antardaerah dan efisiensi distribusi logistik.

Peluang investasi tersebut disampaikan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan dalam forum bisnis Indonesia–Inggris. Pemerintah berharap kerja sama yang terjalin tidak hanya menghadirkan teknologi perkeretaapian modern, tetapi juga dukungan pendanaan untuk merealisasikan proyek reaktivasi jalur kereta yang telah lama terbengkalai.

Direktur Jenderal Perkeretaapian menegaskan bahwa Indonesia masih memiliki ribuan kilometer rel nonaktif yang berpotensi dioperasikan kembali. Sebagian besar jalur tersebut merupakan peninggalan era kolonial yang sebelumnya berfungsi sebagai penghubung pusat ekonomi, kawasan industri, hingga daerah penghasil komoditas.

Reaktivasi jalur lama dinilai lebih efisien dibanding membangun lintasan baru dari nol, terutama apabila kondisi trase dan aset pendukung masih dapat dimanfaatkan. Namun demikian, setiap proyek tetap memerlukan kajian teknis, ekonomi, serta pembebasan lahan pada sejumlah titik yang telah berubah fungsi.

Pemerintah juga menilai keterlibatan investor asing dapat mempercepat pembangunan jaringan transportasi nasional. Selain memberikan akses terhadap pembiayaan, mitra internasional diharapkan membawa pengalaman dalam pengembangan sistem perkeretaapian modern, termasuk teknologi persinyalan, elektrifikasi, hingga pengelolaan operasional.

Selain jalur yang tidak aktif, pemerintah tengah menyusun peta jalan pengembangan jaringan rel nasional dalam jangka panjang. Rencana tersebut mencakup pembangunan lintasan baru sekaligus reaktivasi jalur lama untuk mendukung mobilitas masyarakat dan memperkuat rantai pasok logistik nasional.

Pengembangan sektor perkeretaapian menjadi salah satu prioritas pemerintah karena dinilai mampu mengurangi kepadatan lalu lintas jalan raya, menekan biaya distribusi barang, serta mendukung pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah. Moda transportasi berbasis rel juga dianggap lebih ramah lingkungan dibanding angkutan berbasis jalan.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah mengembangkan berbagai proyek strategis seperti kereta cepat, jalur ganda, serta peningkatan kapasitas jaringan eksisting. Reaktivasi rel mati dipandang sebagai langkah lanjutan untuk memaksimalkan aset yang telah dimiliki negara sekaligus memperluas jangkauan layanan kereta api.

Sebelumnya, pemerintah juga menargetkan pembangunan dan reaktivasi ratusan kilometer jalur kereta secara bertahap. PT Kereta Api Indonesia (Persero) bersama pemerintah telah menyiapkan sejumlah lintasan prioritas yang dinilai memiliki potensi tinggi dari sisi jumlah penumpang maupun angkutan barang.

Kerja sama dengan Inggris diharapkan menjadi pintu masuk bagi investasi yang lebih besar di sektor transportasi nasional. Pemerintah optimistis kolaborasi tersebut dapat mempercepat modernisasi jaringan rel Indonesia sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi melalui sistem transportasi yang lebih terintegrasi.

Meski demikian, belum seluruh jalur nonaktif akan langsung direaktivasi. Pemerintah akan menentukan prioritas berdasarkan tingkat kelayakan proyek, kebutuhan masyarakat, potensi ekonomi daerah, serta kesiapan pendanaan. Dengan pendekatan tersebut, diharapkan proyek reaktivasi rel mati dapat berjalan secara bertahap dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat maupun dunia usaha.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/