cars-6381364_640_g33ko0
Bukan Karena Dipakai, Justru Terlalu Lama Parkir Bikin Mobil Cepat Rusak! Ini Komponen yang Paling Rentan Bermasalah

Jakarta – Banyak pemilik kendaraan beranggapan bahwa mobil yang jarang digunakan akan memiliki usia pakai lebih panjang dibanding mobil yang dipakai setiap hari. Namun kenyataannya, kendaraan yang terlalu lama terparkir justru berisiko mengalami berbagai kerusakan pada sejumlah komponen penting. Para ahli otomotif menyebut bahwa mobil dirancang untuk bergerak secara rutin agar seluruh sistem mekanis dan kelistrikannya tetap bekerja optimal.

Salah satu komponen yang paling sering mengalami masalah adalah aki. Saat mobil tidak digunakan dalam waktu lama, sistem elektronik seperti alarm, jam digital, dan ECU tetap mengonsumsi daya listrik meskipun dalam jumlah kecil. Karena tidak ada proses pengisian ulang dari alternator, daya aki akan terus menurun hingga akhirnya soak atau tidak mampu menghidupkan mesin. Kondisi ini menjadi penyebab utama mobil sulit dinyalakan setelah lama tidak digunakan.

Selain aki, ban juga menjadi komponen yang rentan rusak. Mobil yang terparkir dalam posisi yang sama selama berminggu-minggu dapat menyebabkan tekanan udara berkurang dan memicu fenomena flat spot, yaitu permukaan ban menjadi tidak rata akibat menahan beban kendaraan pada satu titik secara terus-menerus. Akibatnya, kenyamanan berkendara menurun dan daya cengkeram ban terhadap jalan menjadi tidak optimal.

Komponen berikutnya yang sering luput dari perhatian adalah oli mesin. Banyak pemilik mobil mengira oli tidak perlu diganti karena kendaraan jarang digunakan. Padahal, oli tetap mengalami proses oksidasi meski mesin tidak beroperasi. Seiring waktu, kualitas pelumas akan menurun akibat paparan oksigen, uap air, dan kontaminasi logam mikro di dalam mesin. Jika dibiarkan terlalu lama, kemampuan oli dalam melindungi komponen mesin dari gesekan dan korosi akan berkurang secara signifikan.

Sistem pengereman juga berpotensi mengalami gangguan ketika mobil terlalu lama diam. Cakram rem yang terbuat dari logam dapat mengalami korosi akibat kelembapan udara. Pada kasus tertentu, kampas rem bahkan bisa menempel pada cakram sehingga menyebabkan rem terasa seret saat kendaraan kembali digunakan. Kerusakan ini sering ditemukan pada mobil yang hanya dipakai sesekali atau disimpan dalam waktu lama di garasi.

Tidak hanya itu, komponen berbahan karet seperti seal, bushing, selang radiator, dan karet wiper juga dapat mengalami penurunan kualitas. Kurangnya pergerakan membuat material karet kehilangan elastisitasnya sehingga menjadi getas dan mudah retak. Jika dibiarkan, kondisi tersebut dapat memicu kebocoran pada sistem pendingin maupun gangguan lainnya yang membutuhkan biaya perbaikan cukup besar.

Sistem bahan bakar dan AC mobil juga tidak luput dari risiko kerusakan. Bahan bakar yang terlalu lama tersimpan di dalam tangki dapat mengalami penurunan kualitas, sementara komponen AC seperti kompresor memerlukan sirkulasi pelumas agar tetap bekerja dengan baik. Ketika mobil tidak pernah dinyalakan dalam jangka panjang, performa kedua sistem tersebut dapat menurun.

Untuk mencegah berbagai kerusakan tersebut, pemilik kendaraan disarankan menyalakan dan menggerakkan mobil setidaknya satu hingga dua kali dalam seminggu. Selain itu, pemeriksaan tekanan ban, kondisi aki, serta penggantian oli sesuai jadwal pabrikan tetap harus dilakukan meskipun mobil jarang digunakan. Dengan perawatan sederhana tersebut, kendaraan dapat tetap berada dalam kondisi prima dan siap digunakan kapan saja.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/