Ilustrasi-daging-kambing-ISTOCK
Jangan Salah Bagikan! Ini Daftar Penerima Daging Aqiqah Menurut Syariat

Jakarta – Aqiqah merupakan salah satu ibadah sunnah yang sangat dianjurkan dalam Islam sebagai bentuk rasa syukur atas kelahiran anak. Selain penyembelihan hewan, pembagian daging aqiqah menjadi bagian penting yang memiliki aturan tersendiri dalam syariat. Banyak masyarakat masih bertanya-tanya mengenai siapa saja yang berhak menerima daging aqiqah dan bagaimana cara membagikannya secara tepat.

Secara umum, aqiqah dilakukan dengan menyembelih kambing atau domba pada hari ketujuh setelah kelahiran anak. Untuk anak laki-laki dianjurkan menyembelih dua ekor kambing, sedangkan anak perempuan satu ekor kambing. Setelah penyembelihan, daging aqiqah kemudian dimasak dan dibagikan kepada orang-orang di sekitar sebagai bentuk berbagi kebahagiaan.

Para ulama menjelaskan bahwa penerima daging aqiqah memiliki cakupan yang cukup luas. Daging aqiqah boleh diberikan kepada keluarga, kerabat, tetangga, serta masyarakat yang membutuhkan. Hal ini berbeda dengan daging kurban yang memiliki aturan pembagian lebih spesifik. Dalam aqiqah, pembagian daging lebih fleksibel selama tetap mengutamakan nilai berbagi dan sedekah.

Kelompok pertama yang dianjurkan menerima daging aqiqah adalah fakir dan miskin. Mereka menjadi prioritas karena aqiqah mengandung unsur sedekah. Dengan membagikan daging kepada mereka yang membutuhkan, ibadah aqiqah tidak hanya menjadi bentuk syukur, tetapi juga sarana mempererat kepedulian sosial di masyarakat.

Selain fakir miskin, keluarga dan kerabat juga dianjurkan menerima daging aqiqah. Memberikan kepada keluarga dipandang sebagai bentuk mempererat silaturahmi dan berbagi kebahagiaan atas kelahiran anak. Bahkan, orang tua yang melaksanakan aqiqah juga diperbolehkan ikut mengonsumsi daging tersebut. Hal ini menjadi salah satu perbedaan utama dengan kurban, di mana sebagian besar daging dianjurkan dibagikan.

Tetangga juga termasuk pihak yang dianjurkan menerima daging aqiqah. Dalam ajaran Islam, menjaga hubungan baik dengan tetangga merupakan hal yang sangat penting. Dengan membagikan daging aqiqah kepada tetangga, keluarga yang melaksanakan aqiqah dapat memperkuat hubungan sosial sekaligus menyebarkan kebahagiaan.

Para ulama juga menegaskan bahwa daging aqiqah sebaiknya dibagikan dalam kondisi sudah dimasak. Hal ini bertujuan agar penerima dapat langsung menikmatinya tanpa perlu mengolah kembali. Tradisi ini juga memudahkan masyarakat yang menerima daging, terutama mereka yang memiliki keterbatasan.

Dalam praktiknya, pembagian daging aqiqah dapat dilakukan secara merata sesuai kemampuan keluarga yang melaksanakan aqiqah. Tidak ada batasan jumlah tertentu untuk setiap penerima, selama pembagian dilakukan dengan niat berbagi dan mempererat kebersamaan.

Di tengah kehidupan modern, tradisi aqiqah tetap relevan karena mengandung nilai sosial yang kuat. Selain sebagai ibadah, aqiqah menjadi momen untuk berbagi kebahagiaan, mempererat hubungan keluarga, serta membantu masyarakat yang membutuhkan.

Memahami siapa saja yang berhak menerima daging aqiqah penting agar ibadah ini dapat dilaksanakan sesuai tuntunan agama. Dengan pembagian yang tepat, aqiqah tidak hanya menjadi ritual, tetapi juga sarana memperkuat solidaritas dan kepedulian sosial di masyarakat.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/