Kota Bogor – Pemerintah Kota Bogor tengah menyiapkan terobosan baru di sektor transportasi publik. Armada bus sekolah yang selama ini dinilai belum dimanfaatkan secara optimal kini dikaji untuk dialihfungsikan menjadi angkutan umum perintis di beberapa koridor baru. Kebijakan ini muncul sebagai langkah strategis untuk meningkatkan layanan transportasi sekaligus mengefisienkan penggunaan aset daerah.
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menyampaikan bahwa kajian pemanfaatan bus sekolah sedang dilakukan secara menyeluruh. Nantinya, armada tersebut direncanakan melayani Koridor 3 dan 4 yang masih membutuhkan peningkatan layanan transportasi publik di Kota Hujan. Selain itu, pemerintah juga tengah menentukan skema pengelolaan, apakah akan dioperasikan oleh Dinas Perhubungan atau Perumda Transportasi Pakuan.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Sejak diluncurkan pada 2019, operasional bus sekolah dinilai belum berjalan maksimal. Banyak pelajar di Bogor masih mengandalkan transportasi umum reguler untuk mobilitas sehari-hari. Kondisi tersebut membuat pemerintah melihat peluang untuk mengoptimalkan armada agar bisa memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
Saat ini, Pemerintah Kota Bogor memiliki delapan unit armada yang terdiri dari empat bus sekolah dan empat bus wisata Uncal. Berdasarkan hasil pemeriksaan teknis, seluruh kendaraan dilaporkan dalam kondisi baik dan layak jalan, sehingga siap digunakan untuk mendukung layanan transportasi umum baru.
Kebijakan alih fungsi ini juga berkaitan dengan kondisi fiskal daerah. Pemkot Bogor menghadapi pemotongan Transfer ke Daerah (TKD) hingga Rp300 miliar. Tekanan anggaran tersebut mendorong pemerintah untuk melakukan inovasi agar aset yang ada tidak terbengkalai dan tetap memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.
Jika terealisasi, kehadiran angkutan perintis berbasis bus sekolah diharapkan mampu memperluas jangkauan transportasi publik di Kota Bogor. Selama ini, kebutuhan transportasi massal terus meningkat seiring pertumbuhan mobilitas warga dan perkembangan wilayah penyangga Jabodetabek.
Langkah ini juga sejalan dengan tren pengembangan transportasi massal di berbagai kota Indonesia yang terus didorong untuk menghadirkan layanan yang nyaman, aman, dan terjangkau. Integrasi moda transportasi dinilai menjadi kunci untuk meningkatkan minat masyarakat menggunakan angkutan umum dan mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
Pemerintah berharap program ini dapat menjadi solusi jangka pendek sekaligus fondasi pengembangan sistem transportasi yang lebih terintegrasi di masa depan. Kehadiran rute baru dari armada yang sebelumnya kurang optimal diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas masyarakat, terutama di wilayah yang belum terlayani secara maksimal.
Ke depan, hasil kajian akan menjadi dasar pengambilan keputusan terkait operasional dan manajemen layanan. Jika berjalan sesuai rencana, masyarakat Bogor berpotensi segera merasakan layanan transportasi baru yang lebih merata, efisien, dan ramah anggaran.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/

























