Untitled-6-1238651552
132 Pelajar di Manggarai Barat Diduga Keracunan MBG, Siswa Dirawat di Puskesmas

Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur — Sebanyak 132 siswa dari berbagai jenjang pendidikan di Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat, diduga mengalami keracunan makanan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disediakan di sekolah mereka. Puluhan pelajar itu kemudian dilarikan untuk mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Golowelu setelah menunjukkan gejala akut seperti mual, muntah, nyeri perut, hingga diare.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Manggarai Barat, Adrianus Ojo, jumlah siswa yang dilaporkan mengalami gangguan kesehatan mencapai 132 orang — jauh lebih banyak daripada perkiraan awal yang semula hanya puluhan siswa. Anak-anak yang terdampak berasal dari sejumlah sekolah di wilayah tersebut, termasuk SMAN 1 Kuwus (42 siswa), SMKN 1 Kuwus (9 siswa), SMPN 2 Kuwus (31 siswa), SDI Golowelu 2 (20 siswa), dan SDI Golo Bombong (30 siswa).

Kronologi Diduga Keracunan MBG

Peristiwa ini terjadi seusai para siswa mengonsumsi menu MBG yang disediakan pada Rabu (28 Januari 2026) oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau yang dikenal sebagai dapur MBG yang berlokasi di Kuwus Barat Kolang. Menu yang dibagikan kepada pelajar mencakup nasi putih, tempe krispi, telur kukus sambalado, sayur taoge, sayur labu, sayur sawi hijau, dan buah semangka — makanan yang semestinya bergizi namun berujung pada masalah kesehatan setelah dikonsumsi.

Tak lama setelah menghabiskan makanan tersebut, banyak siswa yang mengeluhkan gejala seperti mual, muntah, nyeri perut, dan diare. Akibatnya, para korban langsung dilarikan ke Puskesmas setempat untuk menjalani penanganan medis. Sebagian besar dari mereka dinyatakan membaik dan diizinkan pulang setelah mendapatkan perawatan, namun masih ada dua orang yang harus menjalani observasi lebih lanjut di fasilitas kesehatan.

Tindak Lanjut Dinkes dan Uji Sampel

Menanggapi kejadian ini, tim surveilans dari Dinas Kesehatan Manggarai Barat segera mengambil sampel menu MBG yang diduga menjadi penyebab keracunan untuk diuji di laboratorium. Proses uji ini bertujuan memastikan apakah terdapat kontaminasi atau gangguan pada makanan tersebut, baik karena bakteri, jamur, atau faktor lain yang dapat memicu keracunan makanan. Hasil uji laboratorium masih dinantikan dan akan diumumkan oleh pihak Dinkes setelah lengkap.

Kejadian keracunan massal ini memicu kekhawatiran di kalangan orang tua siswa serta tokoh masyarakat setempat. Banyak yang mempertanyakan standar keamanan pangan dalam penyediaan MBG, terutama di dapur penyedia yang melayani banyak pelajar. Sementara itu, pihak sekolah dan dinas terkait dijadwalkan melakukan koordinasi internal untuk mengevaluasi prosedur distribusi MBG guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Respons Sekolah dan Komunitas

Usai tragedi ini, sejumlah sekolah di wilayah itu melakukan antisipasi dengan menghentikan sementara distribusi menu MBG meski belum ada keputusan resmi dari dinas pendidikan setempat. Kepala sekolah dan guru juga diminta untuk lebih waspada terhadap gejala keracunan pada siswa dan segera melaporkan kasus serupa bila ditemukan.

Kejadian di Manggarai Barat ini menjadi bagian dari tren nasional yang lebih luas terkait insiden dugaan keracunan akibat program MBG di berbagai daerah Indonesia. Isu keamanan dan kualitas makanan dalam program tersebut telah dibahas di tingkat nasional, termasuk usulan penguatan standar kesehatan dan pengawasan yang lebih ketat oleh Badan Gizi Nasional (BGN) serta Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk menghindari dampak buruk bagi siswa.

Sementara penyebab pasti dari kasus keracunan ini masih menunggu hasil uji laboratorium, kejadian 132 pelajar di Manggarai Barat ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan orang tua. Evaluasi dan peningkatan pengawasan dalam penyediaan MBG menjadi sangat penting agar program ini tetap dapat berjalan dengan tujuan awalnya, yakni meningkatkan kesehatan dan kecukupan gizi siswa tanpa menimbulkan risiko kesehatan.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/