biskita-trans-depok-mulai-beroperasi-gratis-6-bulan-1_169
BisKita Trans Depok Bertransformasi jadi Teman Bus: Tarif Satu Harga Rp6 Ribu, Layanan Masih Tetap Prima

Depok, Jawa Barat — Mulai Januari 2026, layanan transportasi publik BisKita Trans Depok resmi berganti nama menjadi Teman Bus sebagaimana diumumkan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok. Pergantian nama ini merupakan bagian dari program transisi nasional yang digagas oleh Kementerian Perhubungan (Kemhub) untuk menstandarkan layanan angkutan umum di daerah agar lebih terintegrasi dan berkualitas, namun tanpa mengubah rute maupun kualitas pelayanan yang selama ini telah dinikmati masyarakat.

Menurut Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Depok, Aan Syurahman, perubahan ini tidak mengubah fungsi layanan di lapangan karena operasional tetap dilakukan oleh operator yang sama, yaitu Agra Mas. Rute perjalanan dan jadwal pelayanannya tetap sama seperti saat masih bernama BisKita, sehingga masyarakat dapat terus menggunakan moda transportasi ini tanpa mengalami gangguan signifikan.

Layanan Teman Bus Tetap Prima dan Terjangkau

Hingga April 2026, pelayanan Teman Bus akan tetap gratis sebagai bagian dari kebijakan awal program ini. Namun, apabila nantinya diberlakukan tarif berbayar setelah masa subsidi berakhir, rencana tarifnya ditetapkan satu harga sebesar Rp6.000 untuk seluruh rute dan koridor layanan. Skema tarif ini dibuat agar tetap terjangkau bagi masyarakat luas, termasuk pelajar, pekerja, dan pengguna transportasi harian lainnya.

“Kami masih menunggu keputusan resmi dari Kementerian Perhubungan mengenai kelanjutan subsidi setelah April nanti,” ungkap Aan. Ia menambahkan bahwa transisi ini juga dimaksudkan untuk menjaga kualitas layanan transportasi publik di Depok agar bisa setara dengan moda lain seperti MRT dan LRT dalam aspek kenyamanan, kebersihan, serta keamanan.

Tujuan Integrasi Transportasi Publik

Program Teman Bus sendiri merupakan salah satu inisiatif Kemhub dalam rangka menyederhanakan skema layanan bus kota secara nasional, sehingga memberikan pengalaman yang konsisten kepada pengguna di berbagai daerah. BisKita sejak awal memang merupakan bagian dari program nasional tersebut, dan kini secara resmi dilabeli ulang sebagai Teman Bus untuk mencerminkan integrasi dan standarisasi layanan.

Perubahan nama ini sejatinya bukan hal baru di dunia angkutan umum Indonesia, melainkan bagian dari arah kebijakan transportasi yang menekankan keterpaduan antar moda dan wilayah. Dengan integrasi yang kuat, diharapkan masyarakat lebih memilih transportasi umum daripada kendaraan pribadi, sehingga dapat mengurangi kemacetan dan polusi di kawasan perkotaan seperti Depok dan sekitarnya.

Dukungan untuk Mobilitas Warga

Bagi banyak warga Depok yang mengandalkan bus kota ini dalam aktivitas sehari-hari, baik untuk bekerja, sekolah atau kuliah, kebijakan ini dinilai memberikan kepastian layanan dengan biaya yang lebih terprediksi. Meski tarif akan dikenakan setelah masa layanan gratis berakhir, besaran Rp6.000 dirasa mampu menjaga keseimbangan antara daya beli masyarakat dengan keberlanjutan operasional layanan.

Dishub Kota Depok memastikan akan terus memberikan informasi resmi terkait perkembangan kebijakan tarif atau perubahan operasional jika diperlukan. Seiring dengan integrasi layanan Teman Bus ke dalam sistem transportasi daerah, pemerintah daerah berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan demi kenyamanan dan kemudahan mobilitas publik.

Harapan ke Depan

Perubahan nama menjadi Teman Bus merupakan langkah strategis dalam modernisasi transportasi publik di Depok. Dengan layanan yang prima, rute yang jelas, dan potensi tarif yang tetap ramah di kantong masyarakat, moda bus ini diharapkan mendukung mobilitas warga semakin efisien, sekaligus memperkuat peran transportasi umum di kawasan Jabodetabek.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/