BEKASI – Situasi darurat melanda wilayah pesisir utara Kabupaten Bekasi pada Selasa (20/1/2026). Tanggul pengaman Sungai Citarum yang berlokasi di wilayah Muaragembong dilaporkan jebol setelah tidak mampu menahan tingginya debit air akibat kiriman dari hulu dan curah hujan ekstrem.
Insiden ini mengakibatkan air sungai meluap dengan cepat dan merendam pemukiman warga di sekitarnya dengan ketinggian yang bervariasi, memaksa ratusan kepala keluarga untuk segera mencari tempat perlindungan yang lebih tinggi.
Dampak Luapan Sungai Citarum di Muaragembong
Jebolnya tanggul ini menjadi pukulan berat bagi warga Muaragembong, mengingat wilayah ini merupakan daerah hilir yang sangat bergantung pada kekuatan infrastruktur penahan air. Arus air yang cukup deras sempat masuk ke area pemukiman dan memutus beberapa akses jalan antar-desa.
Beberapa poin terkini mengenai kondisi di lapangan di Bekasi meliputi:
-
Kerusakan Infrastruktur: Selain rumah warga, beberapa fasilitas umum dilaporkan terdampak rembesan air dan material lumpur.
-
Luas Genangan: Air merendam pemukiman dengan kedalaman yang dilaporkan mencapai hingga satu meter di titik-titik terendah.
-
Akses Terputus: Beberapa jalur utama menuju pesisir Muaragembong menjadi sulit dilalui kendaraan bermotor.

Upaya Evakuasi dan Penanganan Darurat
Tim gabungan dari BPBD Kabupaten Bekasi, TNI, Polri, dan relawan langsung terjun ke lokasi di Muaragembong untuk membantu proses evakuasi. Prioritas utama diberikan kepada lansia, anak-anak, dan wanita hamil untuk dibawa ke posko pengungsian darurat yang telah disiapkan di tempat yang lebih aman.
Petugas di lapangan juga tengah berupaya melakukan penanganan sementara pada titik tanggul yang jebol menggunakan karung pasir (sandbags) untuk menahan laju luapan air agar tidak semakin meluas ke wilayah pemukiman lainnya di Bekasi.
Harapan Perbaikan Tanggul Secara Permanen
Kejadian jebolnya tanggul di Muaragembong ini kembali memicu desakan agar pemerintah pusat dan daerah segera melakukan perkuatan tanggul secara permanen di sepanjang aliran Sungai Citarum. Warga berharap adanya solusi jangka panjang agar mereka tidak terus dihantui rasa was-was setiap kali debit sungai meningkat.
Masyarakat di sekitar aliran sungai diimbau untuk tetap waspada dan segera mengamankan dokumen penting serta barang elektronik, mengingat kondisi cuaca yang masih dinamis di awal tahun 2026 ini. Koordinasi intensif terus dilakukan untuk memastikan pasokan logistik dan medis di tempat pengungsian tercukupi dengan baik.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/

























