65c4302723165
Hijaukan Pesisir Utara! Pengelola MM2100 Tanam 27.800 Mangrove di Bekasi, Wujud Nyata Komitmen ESG

KABUPATEN BEKASI — Komitmen terhadap pelestarian lingkungan kembali ditunjukkan oleh sektor korporasi. PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk (BEST), emiten pengembang dan pengelola Kawasan Industri MM2100, melakukan aksi nyata dengan menanam ribuan pohon mangrove di wilayah pesisir Kabupaten Bekasi.

Sebanyak 27.800 bibit mangrove ditanam sebagai bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan yang berfokus pada pilar lingkungan.

Langkah ini menegaskan posisi BEST tidak hanya sebagai penggerak ekonomi melalui kawasan industri, tetapi juga sebagai entitas bisnis yang peduli terhadap keberlanjutan ekosistem (sustainability).

Benteng Alami Penahan Abrasi

Manajemen PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk menyadari bahwa wilayah pesisir utara Bekasi, seperti Muaragembong dan Tarumajaya, menghadapi ancaman serius berupa abrasi air laut.

Penanaman 27.800 mangrove ini diharapkan dapat menjadi benteng alami yang melindungi daratan dari kikisan ombak, sekaligus mencegah intrusi air laut yang dapat merusak kualitas air tanah warga.

“Ini adalah wujud implementasi nilai Environmental, Social, and Governance (ESG) kami. Kami ingin berkontribusi menjaga paru-paru dunia dan melindungi pesisir Bekasi dari kerusakan lingkungan,” ujar perwakilan manajemen BEST dalam keterangannya.

Serap Karbon, Dukung Net Zero Emission

Selain fungsi fisik penahan abrasi, hutan mangrove dikenal memiliki kemampuan menyerap emisi karbon (CO2) yang jauh lebih tinggi dibandingkan hutan tropis biasa.

Aksi penanaman ini sejalan dengan target pemerintah Indonesia untuk mencapai Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060. Sebagai pengelola kawasan industri yang menjadi rumah bagi banyak pabrik manufaktur, inisiatif BEST untuk menanam mangrove dinilai sebagai langkah kompensasi karbon (carbon offset) yang strategis.

Libatkan Masyarakat Lokal

Dalam pelaksanaannya, penanaman mangrove ini tidak dilakukan sendiri, melainkan melibatkan partisipasi aktif masyarakat sekitar dan pegiat lingkungan setempat.

Hal ini dilakukan agar tumbuh rasa memiliki (sense of belonging) di kalangan warga, sehingga mereka turut serta merawat dan menjaga kelestarian hutan mangrove tersebut di masa depan. Ekosistem mangrove yang sehat nantinya juga diharapkan dapat menjadi habitat bagi biota laut yang bernilai ekonomi bagi nelayan sekitar.


Baca juga berita bekasi di: Kabar Baghasasi – Kabar Baghasasi

Baca juga berita lainnya disini: Suara Kabar Media – Suara Kabar Media