Rapat Banmus (7)
Tragedi Berdarah di Bekasi: Temukan Mortir Aktif, Pemulung Tewas Mengenaskan Usai Nekat Menggerindanya

BEKASI — Nasib tragis menimpa seorang pemulung di wilayah Kabupaten Bekasi. Pria malang tersebut tewas dalam kondisi mengenaskan setelah sebuah benda asing yang ia temukan—yang ternyata adalah mortir aktif—meledak dahsyat tepat di hadapannya.

Peristiwa memilukan ini terjadi ketika korban berusaha membongkar benda berbahan logam berat tersebut menggunakan mesin gerinda, diduga dengan niat untuk mengambil besi atau tembaga di dalamnya demi dijual ke pengepul.

Kronologi: Dikira Besi Tua Biasa

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari kepolisian dan saksi mata, insiden bermula ketika korban menemukan sebuah benda lonjong menyerupai peluru besar saat sedang mencari rongsokan.

Tanpa mengetahui bahaya yang mengintai, korban membawa pulang benda tersebut ke lapaknya. Diduga kuat, korban mengira benda itu hanyalah besi tua biasa yang memiliki nilai jual kiloan.

Sesampainya di lokasi, korban berinisiatif untuk memotong atau membuka benda tersebut. Ia pun menyalakan mesin gerinda dan mulai mengikis permukaan mortir. Gesekan panas dan tekanan dari mata gerinda diduga memicu pemicu ledak (fuse) pada mortir sisa perang atau latihan militer tersebut.

Ledakan Terdengar hingga Radius Jauh

“Duar!”

Ledakan keras seketika mengguncang area sekitar lapak rongsokan tersebut. Warga yang kaget langsung berhamburan keluar rumah mencari sumber suara yang menyerupai ban pecah namun berkali-kali lipat lebih kencang.

Saksi mata mendapati kepulan asap pekat di lokasi kejadian. Saat didekati, tubuh korban sudah ditemukan dalam kondisi hancur dan tidak bernyawa akibat dampak ledakan jarak dekat (blast injury). Puing-puing mortir dan serpihan lapak berserakan di sekitar titik kejadian.

Ilustrasi penemuan peluru mortir Foto: Taufik Ridwan/ANTARA

Polisi dan Gegana Turun Tangan

Mendapat laporan adanya ledakan, aparat kepolisian dari Polsek setempat dan Polres Metro Bekasi segera mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP). Garis polisi (police line) langsung dipasang untuk mencegah warga mendekat.

Tim Penjinak Bom (Jibom) atau Gegana turut diterjunkan untuk menyisir lokasi, guna memastikan tidak ada serpihan bahan peledak lain yang masih aktif dan membahayakan warga.

Imbauan Keras Kepolisian

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi masyarakat, khususnya para pengumpul barang bekas. Pihak kepolisian mengimbau agar warga jangan pernah menyentuh, memindahkan, apalagi memukul/memotong benda asing yang menyerupai peluru, bom, atau mortir yang sudah berkarat sekalipun.

Benda-benda sisa peninggalan sejarah atau latihan militer (UXO – Unexploded Ordnance) seringkali masih memiliki bahan peledak aktif yang tidak stabil dan bisa meledak kapan saja jika terkena panas atau benturan.

“Jika menemukan benda mencurigakan menyerupai bahan peledak, segera lapor ke Polsek terdekat atau Bhabinkamtibmas. Jangan diutak-atik sendiri karena nyawa taruhannya,” tegas imbauan kepolisian.


Baca juga berita bekasi di: Kabar Baghasasi – Kabar Baghasasi

Baca juga berita lainnya disini: Suara Kabar Media – Suara Kabar Media