R (5)
Lebaran Lebih Cepat, Muhammadiyah Gelar Salat Id 20 Maret 2026 di Berbagai Daerah

Jakarta – Umat Muslim yang tergabung dalam organisasi Muhammadiyah mulai merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah lebih awal pada Jumat, 20 Maret 2026. Pelaksanaan Salat Id digelar di berbagai daerah di Indonesia dengan khidmat dan penuh kebersamaan, menjadi penanda berakhirnya bulan suci Ramadan bagi warga Muhammadiyah.

Keputusan penetapan 1 Syawal 1447 H ini didasarkan pada metode hisab hakiki wujudul hilal, yakni perhitungan astronomi untuk menentukan posisi bulan tanpa harus menunggu pengamatan langsung. Dengan metode tersebut, Muhammadiyah telah menetapkan jauh hari bahwa Idul Fitri jatuh pada 20 Maret 2026.

Di sejumlah wilayah seperti Bekasi, Bandung, hingga Lebak, pelaksanaan Salat Id dilakukan di berbagai titik yang telah dipersiapkan oleh panitia setempat. Mulai dari lapangan terbuka, halaman sekolah, hingga area masjid digunakan untuk menampung ribuan jemaah yang ingin melaksanakan ibadah Salat Id secara berjamaah.

Di Kota Bandung misalnya, ribuan jemaah memadati lokasi-lokasi Salat Id yang tersebar di puluhan titik. Aparat kepolisian bahkan menurunkan lebih dari seribu personel untuk memastikan keamanan dan kelancaran jalannya ibadah. Kegiatan berlangsung sejak pagi hari dengan suasana yang tertib dan penuh kekhusyukan.

Sementara itu, di wilayah Lebak, Banten, masyarakat Muhammadiyah juga telah bersiap menyambut hari kemenangan dengan menggelar Salat Id di beberapa lokasi strategis seperti lapangan dan kompleks pendidikan Muhammadiyah. Momen ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus mempererat kebersamaan antarwarga setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh.

Fenomena Lebaran lebih awal ini kembali menegaskan adanya perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia. Di sisi lain, pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan bahwa Idul Fitri 1447 H jatuh pada 21 Maret 2026, berdasarkan metode rukyatul hilal atau pengamatan langsung bulan.

Perbedaan tersebut merupakan hal yang lazim terjadi setiap tahunnya dan mencerminkan keberagaman pendekatan dalam menentukan kalender Islam. Meski berbeda hari perayaan, umat Muslim tetap diimbau untuk saling menghormati dan menjaga persatuan.

Pelaksanaan Salat Id oleh warga Muhammadiyah pun berlangsung dengan lancar dan kondusif di berbagai daerah. Selain sebagai ibadah, momentum ini juga dimanfaatkan untuk mempererat hubungan sosial, memperkuat nilai kebersamaan, serta menumbuhkan semangat saling memaafkan di hari yang fitri.

Dengan suasana yang penuh kekhusyukan dan kebahagiaan, perayaan Idul Fitri lebih awal ini menjadi bukti bahwa perbedaan tidak menghalangi umat untuk tetap menjalankan ibadah dengan damai dan harmonis.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/