Jakarta – Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis RON 92 atau yang dikenal luas sebagai Pertamax kembali menjadi sorotan publik. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberikan sinyal bahwa harga BBM tersebut berpotensi mengalami kenaikan dalam waktu dekat mengikuti perkembangan harga minyak dunia.
Pernyataan tersebut muncul setelah harga BBM nonsubsidi lain mengalami lonjakan cukup tinggi sejak April 2026. Meski Pertamax hingga kini masih bertahan di kisaran Rp12.300 per liter di SPBU Pertamina, pemerintah mengisyaratkan bahwa penyesuaian harga tetap mungkin dilakukan apabila kondisi pasar global belum membaik.
Bahlil mengungkapkan bahwa dirinya terus menjalin komunikasi dengan berbagai pengelola SPBU, termasuk perusahaan swasta, terkait kondisi harga energi saat ini. Menurutnya, apabila penyesuaian harga memang diperlukan, maka hal tersebut merupakan sesuatu yang wajar.
Ia menegaskan bahwa harga BBM nonsubsidi pada dasarnya mengikuti mekanisme pasar sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri ESDM Tahun 2022. Karena itu, fluktuasi harga minyak mentah dunia menjadi salah satu faktor utama yang menentukan harga jual BBM di dalam negeri.
Kondisi ini berbeda dengan BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar yang hingga saat ini dipastikan pemerintah belum mengalami kenaikan. Pemerintah masih menjaga stabilitas harga BBM subsidi guna mempertahankan daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Sementara itu, sejumlah jenis BBM nonsubsidi lain justru telah mengalami lonjakan signifikan. Harga Pertamax Turbo misalnya kini mencapai sekitar Rp19.400 per liter. Dexlite berada di kisaran Rp23.600 per liter, sedangkan Pertamina Dex menyentuh Rp23.900 per liter. Kenaikan paling tajam terjadi pada produk diesel nonsubsidi milik beberapa operator swasta yang bahkan menembus Rp30 ribu per liter.
Pengamat ekonomi menilai, kenaikan harga BBM nonsubsidi memang sulit dihindari apabila harga minyak mentah dunia terus bertahan tinggi. Gejolak geopolitik internasional dan gangguan distribusi energi global menjadi faktor utama yang memengaruhi kenaikan harga energi dalam beberapa bulan terakhir.
Meski begitu, pemerintah meminta masyarakat tidak panik. Bahlil memastikan stok BBM nasional masih dalam kondisi aman dan distribusi energi tetap berjalan normal di seluruh wilayah Indonesia. Pemerintah juga disebut terus melakukan evaluasi agar kebijakan harga tetap mempertimbangkan kondisi ekonomi masyarakat.
Sinyal kenaikan harga Pertamax ini pun langsung menjadi perhatian masyarakat, khususnya pengguna kendaraan pribadi yang selama ini mengandalkan BBM RON 92. Banyak pihak berharap harga minyak dunia segera stabil agar penyesuaian harga BBM tidak semakin membebani pengeluaran masyarakat dalam beberapa bulan ke depan.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/
























