ef4da045101fe9df5fff150276b87ead
Tak Disangka, Suara Jangkrik Bisa Ganggu Pendengaran: Remaja 18 Tahun Jadi Buktinya

Jakarta – Suara jangkrik biasanya identik dengan suasana malam yang tenang dan nuansa alam. Namun, suara serangga tersebut ternyata juga dapat menjadi masalah bagi kesehatan telinga jika terdengar dalam intensitas tinggi dan dalam waktu yang cukup lama. Hal itu dialami seorang remaja berusia 18 tahun di China yang mengalami gangguan pendengaran sementara setelah terpapar suara jangkrik selama sekitar empat jam.

Remaja yang diketahui bernama Yang tersebut tinggal di Ningbo, Provinsi Zhejiang, China. Peristiwa itu terjadi ketika dirinya pergi berkemah di sebuah kawasan hutan pada awal Juli 2026. Saat berada di lokasi, Yang mendengar suara jangkrik dalam jumlah banyak dengan intensitas yang sangat keras.

Tanpa menggunakan pelindung telinga, ia tetap berada di kawasan tersebut selama kurang lebih empat jam. Setelah kembali dari lokasi, Yang mulai merasakan sesuatu yang tidak biasa pada telinganya.

Pada malam hari, telinganya terasa penuh dan seperti mengalami pembengkakan. Ia juga mulai kesulitan mendengar suara dengan nada tinggi. Beberapa suara yang sebelumnya mudah terdengar, seperti kicauan burung dan notifikasi telepon seluler, menjadi lebih sulit didengar.

Khawatir dengan kondisi tersebut, Yang kemudian memeriksakan telinganya ke rumah sakit. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa dirinya mengalami gangguan pendengaran sementara akibat paparan kebisingan.

Dokter kemudian memberikan perawatan dan menyarankan Yang untuk menjauhi lingkungan dengan suara keras. Setelah menjalani perawatan serta menghindari kebisingan selama sekitar 14 hari, kondisi pendengarannya dilaporkan kembali normal.

Suara Jangkrik Bisa Mencapai 85 Desibel

Dokter senior Departemen Otolaringologi Rumah Sakit Afiliasi No. 1 Ningbo University, Li Ji, menjelaskan bahwa kasus seperti ini dapat terjadi karena masyarakat sering menganggap suara alam tidak berbahaya bagi telinga.

Menurut Li, suara yang dihasilkan seekor jangkrik berada di kisaran 70 desibel. Tingkat tersebut umumnya masih tergolong aman. Namun, situasinya berbeda ketika suara berasal dari banyak jangkrik yang berbunyi secara bersamaan.

Kumpulan jangkrik dapat menghasilkan tingkat kebisingan hingga sekitar 85 desibel. Pada tingkat tersebut, risiko gangguan pendengaran dapat meningkat apabila seseorang terpapar dalam waktu cukup lama.

Li menjelaskan, paparan suara keras dapat memengaruhi sel-sel rambut yang terdapat di dalam koklea. Sel tersebut berperan penting dalam proses pendengaran. Dalam kondisi tertentu, paparan suara keras dapat menyebabkan sel mengalami pembengkakan atau iritasi.

Jika paparan dihentikan dan telinga mendapatkan waktu untuk beristirahat, kondisi tersebut dapat membaik. Namun, kerusakan yang lebih parah pada sel rambut koklea dapat menyebabkan gangguan pendengaran permanen karena sel tersebut tidak dapat beregenerasi.

Paparan Jangka Panjang Bisa Lebih Berbahaya

Kasus Yang bukan satu-satunya contoh. Li juga menceritakan seorang pria berusia lebih dari 60 tahun yang bekerja sebagai tukang kebun. Selama sekitar 12 tahun, pria bernama Liu tersebut rutin bekerja di area yang dipenuhi suara jangkrik setiap Juni hingga Agustus.

Paparan suara dalam jangka panjang membuat Liu mengalami telinga berdenging serta kesulitan mendengar percakapan dengan nada rendah. Berbeda dengan Yang yang mengalami gangguan sementara, kondisi Liu disebut telah menyebabkan gangguan pendengaran permanen.

Kasus tersebut menjadi pengingat bahwa suara dari lingkungan alam tidak otomatis selalu aman bagi pendengaran. Intensitas suara, jarak dengan sumber suara, serta lamanya paparan menjadi sejumlah faktor yang perlu diperhatikan.

Bagi masyarakat yang berada di lingkungan dengan suara sangat keras, terutama dalam waktu lama, penggunaan pelindung telinga dan memberikan waktu istirahat bagi telinga dapat menjadi langkah pencegahan. Jika muncul gejala seperti telinga berdenging, terasa penuh, atau pendengaran tiba-tiba menurun, pemeriksaan medis sebaiknya segera dilakukan.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/