JAKARTA – Timnas Belanda menutup perjalanan di fase grup Piala Dunia 2026 dengan kemenangan meyakinkan 3-1 atas Tunisia pada laga terakhir Grup F yang berlangsung Kamis (25/6/2026) waktu setempat. Hasil tersebut memastikan De Oranje finis sebagai juara grup sekaligus mengamankan tiket ke babak 32 besar dengan performa yang impresif sepanjang penyisihan.
Belanda tampil dominan sejak peluit awal dibunyikan. Pasukan Ronald Koeman langsung mengambil inisiatif serangan melalui kombinasi permainan cepat dari lini tengah dan sektor sayap. Tekanan yang terus diberikan membuat lini pertahanan Tunisia kesulitan mengembangkan permainan dan lebih banyak bertahan di area sendiri.
Keunggulan Belanda akhirnya tercipta lewat penyerang Brian Brobbey yang sukses memanfaatkan umpan matang dari rekan setimnya. Gol tersebut membuat De Oranje semakin percaya diri menguasai jalannya pertandingan. Meski Tunisia sempat mencoba memberikan perlawanan melalui serangan balik cepat, organisasi permainan Belanda mampu meredam setiap ancaman yang datang.
Tunisia sempat memperkecil ketertinggalan setelah berhasil mencetak gol balasan yang membuat pertandingan kembali hidup. Gol tersebut meningkatkan kepercayaan diri wakil Afrika itu untuk mengejar hasil imbang demi menjaga peluang lolos ke babak berikutnya. Namun, Belanda tetap menunjukkan kualitas sebagai salah satu tim unggulan turnamen.
Memasuki babak kedua, De Oranje kembali meningkatkan intensitas serangan. Bek Jan Paul van Hecke menjadi salah satu pahlawan kemenangan setelah mencetak gol penting yang memperlebar keunggulan Belanda. Gol tersebut membuat momentum pertandingan kembali berpihak kepada tim asal Eropa itu.
Belanda kemudian memastikan kemenangan lewat satu gol tambahan di penghujung pertandingan. Skor akhir 3-1 bertahan hingga wasit meniup peluit panjang, sekaligus mengukuhkan De Oranje sebagai pemuncak klasemen Grup F.
Kemenangan ini membuat Belanda mengoleksi tujuh poin dari tiga pertandingan. Sebelumnya, mereka bermain imbang 2-2 melawan Jepang dan meraih kemenangan telak 5-1 atas Swedia. Konsistensi tersebut menjadi modal berharga bagi skuad Ronald Koeman untuk menghadapi babak gugur yang dipastikan akan berlangsung lebih ketat.
Di sisi lain, Tunisia harus mengakhiri perjalanan mereka di Piala Dunia 2026. Wakil Afrika tersebut hanya mampu mengumpulkan tiga poin dari tiga pertandingan setelah sebelumnya menelan kekalahan dari Swedia dan Jepang. Hasil tersebut membuat Tunisia finis di dasar klasemen Grup F dan gagal melaju ke fase berikutnya.
Penampilan Belanda sepanjang fase grup mendapat banyak pujian karena mampu menunjukkan keseimbangan antara lini pertahanan dan lini serang. Selain produktif dalam mencetak gol, De Oranje juga tampil disiplin ketika kehilangan penguasaan bola. Kombinasi pemain senior dan talenta muda seperti Brian Brobbey memberikan variasi serangan yang sulit dihentikan lawan.
Pelatih Ronald Koeman mengaku puas dengan performa anak asuhnya. Menurutnya, keberhasilan menjadi juara grup merupakan hasil kerja keras seluruh tim sejak pertandingan pertama. Ia juga berharap para pemain dapat mempertahankan konsistensi saat memasuki fase gugur yang akan mempertemukan Belanda dengan Maroko di babak 32 besar.
Pertandingan melawan Maroko diprediksi menjadi salah satu duel paling menarik pada fase knock-out. Maroko tampil impresif sebagai runner-up Grup C dan dikenal memiliki pertahanan yang solid serta serangan balik berbahaya. Sementara Belanda berambisi melanjutkan tren positif untuk membuka peluang melangkah lebih jauh dalam perburuan gelar juara Piala Dunia 2026.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/

























