Jakarta – Pemerintah Thailand dikabarkan tengah mempertimbangkan untuk menghapus kebijakan bebas visa 60 hari bagi wisatawan dari sejumlah negara. Rencana ini memicu kekhawatiran pelaku industri pariwisata karena berpotensi menurunkan jumlah kunjungan turis internasional, termasuk dari Indonesia.
Kebijakan bebas visa selama 60 hari sebelumnya diberlakukan sebagai bagian dari strategi pemulihan sektor pariwisata setelah pandemi. Program ini memungkinkan wisatawan dari puluhan negara tinggal lebih lama tanpa perlu mengurus visa, sehingga mendorong lonjakan kunjungan wisatawan asing dalam beberapa waktu terakhir.
Namun, pemerintah Thailand kini menilai kebijakan tersebut perlu ditinjau ulang. Salah satu alasan utama adalah meningkatnya kekhawatiran terkait penyalahgunaan fasilitas bebas visa oleh wisatawan yang tinggal terlalu lama atau bekerja secara ilegal selama masa kunjungan. Otoritas setempat menilai evaluasi kebijakan diperlukan agar sistem keimigrasian tetap terkendali.
Jika rencana penghapusan bebas visa 60 hari benar-benar diterapkan, maka masa tinggal bebas visa kemungkinan akan kembali ke durasi lebih pendek, atau wisatawan diwajibkan mengurus visa sebelum keberangkatan. Perubahan ini tentu berdampak langsung pada pola perjalanan wisatawan, termasuk wisatawan asal Indonesia yang selama ini menjadikan Thailand sebagai destinasi favorit.
Thailand sendiri merupakan salah satu tujuan wisata paling populer di Asia Tenggara. Kota seperti Bangkok, Phuket, dan Chiang Mai selalu menjadi magnet bagi wisatawan mancanegara. Faktor kedekatan geografis, biaya perjalanan relatif murah, serta kemudahan akses masuk membuat Thailand menjadi pilihan utama untuk liburan singkat maupun jangka panjang.
Bagi wisatawan Indonesia, kebijakan bebas visa selama 60 hari selama ini memberikan fleksibilitas besar. Banyak pelancong memanfaatkan waktu tinggal panjang untuk bekerja jarak jauh, menjelajah beberapa kota sekaligus, hingga mengikuti kursus singkat. Jika aturan baru diberlakukan, maka rencana perjalanan panjang ke Thailand berpotensi menjadi lebih rumit dan membutuhkan biaya tambahan.
Pelaku industri pariwisata Thailand juga mengkhawatirkan dampak kebijakan ini terhadap jumlah kunjungan wisatawan. Setelah sektor pariwisata sempat terpukul pandemi, kebijakan bebas visa dianggap berperan besar dalam memulihkan jumlah wisatawan asing. Pengurangan durasi bebas visa dikhawatirkan membuat wisatawan beralih ke negara lain di kawasan Asia Tenggara yang masih memberikan kemudahan masuk.
Meski demikian, pemerintah Thailand menegaskan bahwa keputusan final belum diumumkan. Evaluasi masih berlangsung dengan mempertimbangkan keseimbangan antara pertumbuhan pariwisata dan pengawasan keimigrasian. Sejumlah pihak berharap kebijakan yang diambil nantinya tetap ramah wisatawan tanpa mengorbankan keamanan dan ketertiban.
Bagi wisatawan Indonesia yang berencana liburan ke Thailand, perkembangan kebijakan ini penting untuk terus dipantau. Jika aturan berubah, wisatawan disarankan mempersiapkan dokumen perjalanan lebih awal, termasuk kemungkinan pengajuan visa sebelum keberangkatan.
Keputusan akhir pemerintah Thailand akan sangat menentukan arah pariwisata negara tersebut, sekaligus memengaruhi pilihan destinasi wisata masyarakat Indonesia ke depan.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/

























