651a5743b6423-kereta-cepat-jakarta-bandung-kcjb-whoosh-diresmikan-presiden-jokowi_1265_711
Aksi Nekat Penumpang Tahan Pintu Kereta Cepat Whoosh Viral, Perjalanan Sempat Tertunda

Jakarta – Sebuah video yang memperlihatkan aksi penumpang menahan pintu kereta cepat Whoosh mendadak viral di media sosial. Insiden tersebut terjadi di Stasiun Padalarang dan menyebabkan jadwal keberangkatan kereta sempat mengalami keterlambatan, sehingga memicu sorotan publik terhadap disiplin penumpang transportasi massal.

Dalam video yang beredar, terlihat seorang penumpang berusaha menahan pintu kereta yang sudah mulai menutup karena menyadari barang miliknya tertinggal di peron. Petugas keamanan kemudian terlihat membantu mengambil barang tersebut dan menyerahkannya kepada penumpang yang bersangkutan. Namun, tindakan tersebut berdampak pada terganggunya sistem pintu otomatis kereta cepat.

Pihak PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mengecam tindakan tersebut. General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, menjelaskan bahwa kejadian berlangsung pada Selasa pagi (7/4). Ia menegaskan bahwa menahan pintu kereta yang sudah dalam proses penutupan merupakan pelanggaran aturan sekaligus berpotensi membahayakan keselamatan operasional.

Menurut KCIC, setiap rangkaian kereta cepat Whoosh dilengkapi sistem pintu otomatis yang dirancang dengan sensor canggih. Ketika pintu dipaksa untuk tetap terbuka, sistem keselamatan dapat terganggu dan berisiko menyebabkan kerusakan jangka panjang pada sarana transportasi. Selain itu, tindakan tersebut juga berdampak langsung pada ketepatan waktu keberangkatan.

Akibat insiden ini, jadwal keberangkatan yang seharusnya berlangsung pada pukul 07.23 WIB mengalami keterlambatan sekitar dua menit dan baru dapat berangkat pada pukul 07.25 WIB. Meskipun terlihat singkat, keterlambatan ini berdampak pada ratusan penumpang yang berada dalam satu rangkaian kereta.

KCIC menegaskan bahwa keselamatan dan ketepatan waktu merupakan prioritas utama dalam operasional kereta cepat. Oleh karena itu, pihak operator telah menyiagakan petugas di peron maupun di dalam kereta untuk memastikan seluruh penumpang sudah berada di dalam sebelum pintu ditutup. Penumpang juga diimbau memeriksa kembali barang bawaan sebelum memasuki kereta.

Apabila terdapat barang yang tertinggal, KCIC mengingatkan penumpang agar memanfaatkan layanan Lost and Found serta segera berkoordinasi dengan petugas. Hal ini dinilai jauh lebih aman dibanding melakukan tindakan yang berisiko mengganggu operasional kereta.

Penumpang yang melakukan aksi menahan pintu tersebut telah diberikan teguran oleh petugas agar tidak mengulangi perbuatannya. KCIC berharap kejadian ini menjadi pembelajaran bagi seluruh pengguna transportasi publik untuk mematuhi aturan yang berlaku.

Insiden ini kembali mengingatkan pentingnya kedisiplinan dalam menggunakan transportasi massal modern. Kereta cepat seperti Whoosh mengandalkan sistem otomatis yang sensitif terhadap gangguan. Tindakan kecil yang terlihat sepele dapat berdampak besar pada jadwal perjalanan, keselamatan, dan kenyamanan penumpang lain.

Seiring meningkatnya penggunaan transportasi publik berteknologi tinggi di Indonesia, kesadaran dan kepatuhan terhadap aturan menjadi faktor penting agar layanan tetap berjalan optimal. Publik pun diharapkan menjadikan peristiwa ini sebagai pengingat bahwa keselamatan dan ketepatan waktu merupakan tanggung jawab bersama.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/