irjen-pol-johnny-edison-isir-sik-mtcp-saat-masih-berpangkat-brigjen
Polri Ingatkan Bahaya Penipuan Rekrutmen Akpol 2026, Masyarakat Diminta Jangan Mudah Percaya

Jakarta – Kepolisian Republik Indonesia kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya penipuan yang mengatasnamakan proses penerimaan Akademi Kepolisian (Akpol) 2026. Imbauan ini disampaikan menyusul munculnya berbagai modus penipuan yang memanfaatkan tingginya minat generasi muda untuk menjadi anggota Polri.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa seluruh proses rekrutmen anggota Polri, termasuk Akpol, dilakukan secara transparan, objektif, akuntabel, dan bebas dari praktik pungutan liar. Calon peserta maupun keluarga diminta tidak mudah percaya terhadap pihak yang mengaku dapat membantu meloloskan seleksi dengan imbalan sejumlah uang.

Menurut keterangan resmi Polri, salah satu modus yang sering muncul adalah penawaran bantuan kelulusan melalui jalur khusus. Penipu biasanya mengaku memiliki koneksi internal di kepolisian dan menjanjikan kelulusan jika korban bersedia membayar sejumlah biaya. Modus ini sering menyasar orang tua calon peserta yang berharap anaknya dapat lolos seleksi.

Polri menegaskan bahwa proses penerimaan anggota tidak dipungut biaya alias gratis. Semua tahapan seleksi dilakukan secara terbuka dan dapat dipantau oleh masyarakat. Selain itu, Polri juga menyediakan berbagai kanal resmi untuk informasi rekrutmen, sehingga masyarakat diimbau hanya mengandalkan sumber informasi resmi.

Dalam pernyataannya, Polri menekankan bahwa setiap peserta memiliki kesempatan yang sama selama memenuhi syarat dan mampu melewati seluruh tahapan seleksi. Tidak ada jalur belakang, titipan, maupun sistem pembayaran untuk meloloskan peserta.

Polisi juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap pesan singkat, telepon, maupun akun media sosial yang mengatasnamakan panitia seleksi. Apabila menemukan indikasi penipuan, masyarakat diminta segera melaporkan ke kantor kepolisian terdekat agar dapat ditindaklanjuti.

Selain itu, Polri menegaskan bahwa informasi resmi terkait penerimaan Akpol hanya diumumkan melalui situs dan akun resmi Polri. Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi setiap informasi sebelum mempercayainya, terutama jika berkaitan dengan permintaan uang.

Fenomena penipuan rekrutmen bukanlah hal baru. Setiap tahun, kepolisian menemukan berbagai laporan terkait upaya penipuan dengan modus serupa. Oleh karena itu, Polri terus meningkatkan sosialisasi untuk mencegah masyarakat menjadi korban.

Polri berharap calon peserta dapat mempersiapkan diri secara maksimal melalui jalur yang benar, seperti meningkatkan kemampuan akademik, kesehatan, serta kesiapan mental. Dengan persiapan yang matang, peluang untuk lolos seleksi akan semakin besar tanpa harus terjebak janji palsu dari pihak tidak bertanggung jawab.

Melalui imbauan ini, Polri menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas proses rekrutmen sekaligus melindungi masyarakat dari praktik penipuan. Kesadaran dan kewaspadaan masyarakat menjadi kunci penting dalam mencegah korban baru dari modus kejahatan tersebut.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/