Jakarta – Lonjakan arus mudik Lebaran 2026 mulai terasa di sejumlah ruas jalan tol utama, khususnya di Tol Jakarta-Cikampek yang menjadi jalur vital menuju Trans Jawa. Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas berupa contraflow di Km 55 hingga Km 70 sejak Selasa (17/3) malam.
Kebijakan ini diambil menyusul meningkatnya volume kendaraan yang bergerak keluar dari Jakarta menuju arah timur. Kepala Korlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, menyatakan bahwa langkah tersebut bertujuan untuk menjaga kelancaran arus kendaraan agar tidak terjadi penumpukan ekstrem di titik-titik rawan macet.
Selain contraflow, rekayasa lalu lintas lain juga telah diberlakukan secara bertahap. Salah satunya adalah sistem one way parsial yang diterapkan dari Km 70 hingga Km 263 di ruas Tol Trans Jawa sejak Selasa sore. Sistem ini memungkinkan seluruh lajur digunakan untuk satu arah guna mempercepat pergerakan kendaraan pemudik.
Penerapan rekayasa ini tidak bersifat statis. Pihak kepolisian bersama operator jalan tol akan terus melakukan evaluasi berdasarkan kondisi di lapangan. Jika volume kendaraan terus meningkat signifikan, maka kemungkinan perluasan skema one way akan dilakukan.
Puncak dari rekayasa lalu lintas ini direncanakan berlangsung pada Rabu (18/3) siang, dengan diberlakukannya one way nasional mulai pukul 12.00 WIB. Kebijakan ini akan dipimpin langsung oleh Menteri Perhubungan sebagai bentuk koordinasi lintas sektor dalam menghadapi arus mudik besar tahun ini.
Data terbaru menunjukkan bahwa arus mudik tahun ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan. PT Jasa Marga mencatat sekitar 1,1 juta kendaraan telah keluar dari Jakarta hingga Selasa malam, atau sekitar 32 persen dari total proyeksi kendaraan mudik Lebaran 2026.
Secara keseluruhan, jumlah perjalanan masyarakat selama periode mudik Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 143,9 juta perjalanan. Angka ini menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat yang kembali ke kampung halaman setelah beberapa tahun terakhir sempat dibatasi.
Kondisi lalu lintas diprediksi akan terus meningkat, terutama pada malam hari hingga menjelang puncak arus mudik. Oleh karena itu, pemudik diimbau untuk selalu memperbarui informasi terkait kondisi jalan serta mengikuti arahan petugas di lapangan.
Selain itu, pengendara juga diminta untuk memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima sebelum melakukan perjalanan jauh. Hal ini penting untuk menghindari risiko kecelakaan maupun kendala teknis di tengah perjalanan yang dapat memperparah kemacetan.
Pemerintah dan aparat kepolisian juga telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, termasuk rest area, pos pengamanan, serta layanan darurat untuk membantu pemudik selama perjalanan. Dengan adanya langkah-langkah ini, diharapkan arus mudik Lebaran 2026 dapat berjalan lancar, aman, dan nyaman bagi seluruh masyarakat.
Dengan penerapan contraflow dan one way nasional ini, diharapkan kepadatan lalu lintas dapat terurai secara bertahap. Namun, masyarakat tetap diminta untuk bersabar dan mempersiapkan perjalanan dengan matang mengingat tingginya volume kendaraan yang diperkirakan masih akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/




















