shutterstock-2275138295___14142119012
Mayoritas Warga Jakarta Kekurangan Aktivitas Fisik: Tantangan Gaya Hidup Sehat di Ibu Kota

Jakarta – Sebanyak 93 persen warga Jakarta diketahui kurang melakukan aktivitas fisik atau olahraga, menurut catatan terbaru hasil program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sepanjang tahun 2025 hingga awal 2026. Temuan ini menunjukkan bahwa sedikitnya hampir sembilan dari sepuluh penduduk ibu kota berisiko mengalami masalah kesehatan serius, terutama yang terkait dengan penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, obesitas, dan diabetes.

Data yang dikumpulkan oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta mengungkapkan bahwa 93 persen peserta program CKG yang datang melakukan pemeriksaan menunjukkan indikasi aktivitas fisik yang rendah. Kepala Dinkes DKI Ani Ruspitawati mengatakan bahwa rendahnya aktivitas fisik menjadi salah satu faktor utama dalam temuan risiko kesehatan yang diidentifikasi dari hasil skrining di lapangan.

Temuan Utama Program Cek Kesehatan Gratis

Program Cek Kesehatan Gratis merupakan upaya pemerintah daerah untuk mendeteksi dini faktor risiko penyakit melalui skrining kesehatan awal di berbagai puskesmas di Jakarta. Hasil pemeriksaan tak hanya mencakup aktivitas fisik, tetapi juga indikator lain seperti kadar lemak dalam darah (dislipidemia) dan kesehatan gigi. Dari temuan itu, sebanyak 74 persen warga memiliki ketidaknormalan kadar lemak darah, sementara 51 persen mengalami masalah kesehatan pada gigi dan mulut.

Mengapa Penduduk Jakarta Kurang Bergerak?

Pakar kesehatan menjelaskan bahwa gaya hidup urban yang padat dan pola kerja yang sering melibatkan aktivitas duduk dalam waktu lama menjadi salah satu penyebab utama minimnya aktivitas fisik di ibu kota. Pola hidup “mager” atau malas bergerak juga diamati di berbagai kota besar lain di Indonesia, termasuk di kalangan remaja yang menurut survei nasional juga menunjukkan angka rendahnya gerak tubuh.

Menurut data kesehatan nasional, masalah fisik ini bukan hanya terjadi di Jakarta. Secara nasional, temuan menunjukkan bahwa mayoritas orang dewasa juga belum mencapai tingkat aktivitas yang cukup untuk memenuhi rekomendasi kesehatan harian. Organisasi kesehatan global pun menekankan pentingnya minimal 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang dalam seminggu, namun banyak warga belum mencapai standar ini.

Dampak Buruk Aktivitas Fisik yang Rendah

Kurangnya olahraga dan aktivitas fisik memiliki implikasi luas bagi kesehatan masyarakat. Aktivitas rendah secara konsisten telah dikaitkan dengan risiko meningkatnya berbagai penyakit tidak menular seperti penyakit kardiovaskular, diabetes tipe 2, hipertensi, hingga obesitas. Penelitian kesehatan global juga mengaitkan pola sedentari dengan penurunan kualitas hidup serta produktivitas kerja yang menurun.

Di Jakarta, angka obesitas dan risiko penyakit jantung semakin tinggi seiring bertambahnya gaya hidup “sit-and-work” yang formal dan minimnya gerakan tubuh. Kegiatan sehari-hari yang melekat seperti transportasi pribadi dibanding aktif berjalan kaki dan waktu di depan layar juga memperburuk tren ini.

Upaya Pemerintah & Solusi Gaya Hidup Sehat

Menanggapi hal itu, Pemprov DKI melalui Dinas Kesehatan memperkuat program promotif dan preventif, termasuk memperluas edukasi perilaku hidup sehat, menambah titik skrining CKG di puskesmas, serta menggandeng berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan yang mendukung aktivitas fisik.

Karena dampak negatif dari minimnya gerak sangat besar, para ahli menganjurkan rutinitas sederhana seperti berjalan kaki selama 30 menit per hari, naik turun tangga, atau olahraga ringan secara berkala. Aktivitas ini memiliki keuntungan untuk menurunkan risiko penyakit, mengendalikan berat badan, serta menjaga kesehatan mental secara keseluruhan.

Dengan hampir 93 persen warga Jakarta kurang aktif secara fisik, tantangan gaya hidup sehat tetap menjadi isu penting yang harus diatasi dengan pendekatan bersama — dari pemerintah, komunitas, hingga individu. Pola hidup aktif bukan hanya soal olahraga formal, tetapi juga tentang preferensi keseharian yang sehat demi kualitas hidup yang lebih baik.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/