m6uo0p341qxf2fr
Siaga Penuh! Hadapi Potensi Cuaca Ekstrem Akhir Tahun, Pemkot Bekasi Mulai 'Pasang Kuda-kuda'

KOTA BEKASI — Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun dalam menghadapi prediksi cuaca buruk di penghujung tahun 2025. Menyikapi peringatan dini dari BMKG terkait potensi hujan lebat dan angin kencang, jajaran Pemkot Bekasi kini mulai “memasang kuda-kuda” atau meningkatkan level kewaspadaan ke tingkat tinggi.

Langkah antisipatif ini diambil untuk meminimalisir dampak risiko bencana hidrometeorologi, khususnya banjir dan genangan yang kerap menghantui wilayah Kota Patriot saat curah hujan tinggi.

Cek Kesiapan “Senjata” Pengendali Banjir

Pj Wali Kota Bekasi, Gani Muhamad, telah menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, terutama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA), untuk melakukan pengecekan total terhadap infrastruktur pengendali banjir.

Fokus utama adalah memastikan rumah pompa (polder) berfungsi optimal tanpa kendala teknis, serta memastikan saluran-saluran air primer dan sekunder bebas dari sumbatan sampah maupun sedimentasi lumpur.

“Kita sudah mulai pasang kuda-kuda. Artinya, semua alat tempur kita cek. Jangan sampai saat hujan deras turun, pompanya macet atau solarnya habis. Itu tidak boleh terjadi,” tegas instruksi dari Pemkot Bekasi.

Pasukan Biru dan Oranye Siaga 24 Jam

Selain infrastruktur fisik, kesiapan sumber daya manusia (SDM) juga menjadi prioritas. Petugas lapangan, baik “Pasukan Biru” (DBMSDA) maupun “Pasukan Oranye” (Lingkungan Hidup), disiagakan dengan sistem piket 24 jam.

Mereka ditugaskan untuk memantau titik-titik rawan genangan dan siap bergerak cepat (quick response) jika terjadi sumbatan aliran air atau pohon tumbang yang membahayakan pengguna jalan.

Camat dan Lurah Wajib “Melek”

Pemkot Bekasi juga menekankan pentingnya peran kewilayahan. Para Camat dan Lurah diinstruksikan untuk tidak “tidur” saat hujan deras mengguyur wilayahnya. Mereka wajib memantau kondisi warga dan segera melaporkan perkembangan situasi secara real-time kepada pimpinan daerah.

“Mitigasi bencana ini kerja kolektif. Camat dan Lurah harus aktif memetakan titik rawan di wilayahnya masing-masing dan edukasi warga untuk tidak buang sampah sembarangan yang bisa memicu banjir,” tambah keterangan tersebut.

Dengan persiapan matang atau “kuda-kuda” yang kokoh ini, Pemkot Bekasi berharap dapat melindungi warga dari ancaman bencana dan memastikan aktivitas kota tetap berjalan normal meski di tengah cuaca ekstrem.


Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update Bekasi lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/