BEKASI — Kepedulian warga Puri Cendana, Desa Sumberjaya, Tambun Selatan, berbuah aksi nyata. Setelah bertahun-tahun menghadapi kondisi jalan rusak parah di kawasan permukiman mereka, masyarakat akhirnya bergerak dengan inisiatif sendiri untuk memperbaikinya melalui dana patungan.
Kerusakan jalan tersebut sudah lama dikeluhkan karena mengganggu aktivitas harian. Pada musim kemarau, debu beterbangan dan membuat pengguna jalan tak nyaman. Sementara saat musim hujan, air kerap menggenang akibat saluran drainase yang tidak berfungsi maksimal. Tidak hanya itu, keberadaan pedagang kaki lima yang menempati area pinggir jalan semakin mempersempit akses kendaraan yang melintas.
Melihat permasalahan yang tak kunjung terselesaikan, para pemuda dan tokoh lingkungan berinisiatif menggalang dana. Bersama warga lainnya, mereka berhasil mengumpulkan hampir dua ratus juta rupiah. Dana tersebut kemudian digunakan untuk melakukan pengecoran jalan pada titik yang paling rusak, yakni sekitar 100 meter panjangnya dengan lebar 7 meter.
Pengecoran dilakukan secara gotong royong oleh warga yang sukarela terlibat. Suasana kekeluargaan tampak selama proses perbaikan berlangsung, memperlihatkan bahwa semangat kebersamaan masih sangat kuat di tengah masyarakat. Banyak warga menyebut bahwa langkah ini harus ditempuh karena mereka tidak bisa terus menunggu penanganan dari pihak terkait.
Selain pengecoran jalan, warga juga mengambil keputusan tegas dengan membongkar bangunan milik pedagang yang mempersempit jalan dan menutupi drainase. Pembongkaran dilakukan secara bertahap dan disertai pendekatan persuasif kepada para pemilik bangunan. Tujuannya jelas: mengembalikan fungsi saluran air agar tidak terjadi banjir lokal ketika curah hujan tinggi.
Tokoh masyarakat menegaskan bahwa upaya ini dilakukan semata-mata demi kenyamanan bersama. Mereka berharap setelah adanya perbaikan awal ini, pemerintah daerah dapat turun tangan untuk menata seluruh jalur jalan secara lebih terstruktur, termasuk relokasi pedagang kaki lima jika diperlukan.
Selain mendorong perhatian pemerintah, warga juga berharap bahwa hasil kerja keras mereka akan bertahan lama. Mereka berencana membentuk tim pemeliharaan yang bertugas memonitor kondisi jalan maupun drainase secara berkala. Harapannya, kerusakan serupa tidak kembali terjadi dalam waktu dekat.
Aksi swadaya ini menjadi bukti bahwa solusi bisa tercipta ketika masyarakat kompak. Melalui gerakan bersama, warga mampu mengatasi hambatan yang selama ini dianggap hanya dapat diselesaikan pemerintah. Dengan perbaikan ini, mobilitas warga menjadi lebih lancar, lingkungan lebih rapi, dan kualitas hidup lebih baik.
Kini, warga Puri Cendana optimistis tahap awal perbaikan ini akan membuka pintu untuk perbaikan yang lebih besar dan menyeluruh. Mereka menyebut, gotong royong tidak hanya menyelesaikan masalah, tetapi juga memperkuat rasa persaudaraan dan kepemilikan terhadap lingkungan tempat tinggal mereka.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update Bekasi lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/
























