Bekasi – Permasalahan drainase lingkungan hingga dukungan terhadap pelaku UMKM menjadi sorotan utama dalam kegiatan Reses I Tahun 2026 DPRD Kota Bekasi di Daerah Pemilihan (Dapil) wilayah Rawalumbu dan Mustikajaya. Aspirasi tersebut disampaikan langsung warga dalam forum dialog bersama anggota dewan.
Kegiatan reses yang berlangsung pada 12–17 Februari 2026 ini merupakan bagian dari agenda masa jabatan 2024–2029. DPRD Kota Bekasi kembali turun ke daerah pemilihan guna menyerap aspirasi masyarakat serta menyampaikan capaian dan program yang telah berjalan.
Dalam forum tersebut, warga menyampaikan keluhan terkait sistem drainase yang dinilai belum optimal, terutama saat curah hujan tinggi. Beberapa titik genangan air disebut masih kerap terjadi dan mengganggu aktivitas masyarakat. Selain itu, kondisi jalan lingkungan yang membutuhkan perbaikan juga menjadi perhatian.
Tak hanya infrastruktur, warga juga mengangkat persoalan ekonomi. Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berharap adanya dukungan yang lebih konkret, baik dalam bentuk pembinaan, akses permodalan, maupun kemudahan perizinan usaha. Masyarakat menilai sektor UMKM memiliki peran penting dalam menopang ekonomi keluarga di tengah tantangan ekonomi saat ini.
Anggota DPRD Kota Bekasi dari Fraksi Golkar, Sarwin Adi Saputra, yang hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan bahwa seluruh aspirasi akan dicatat sebagai bahan pokok pikiran dewan. Menurutnya, reses merupakan momentum penting untuk mengetahui secara langsung kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Semua aspirasi yang disampaikan warga akan kami rangkum dan perjuangkan dalam pembahasan program pembangunan daerah,” ujarnya di hadapan peserta reses.
Ia menegaskan bahwa DPRD Kota Bekasi memiliki fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan yang memungkinkan aspirasi masyarakat diperjuangkan melalui mekanisme resmi, termasuk dalam penyusunan anggaran daerah.
Hasil Reses I Tahun 2026 nantinya akan dituangkan dalam dokumen resmi yang diparipurnakan oleh DPRD Kota Bekasi. Dokumen tersebut kemudian disampaikan kepada Pemerintah Kota Bekasi sebagai bagian dari rekomendasi dalam perencanaan pembangunan.
Reses juga menjadi sarana memperkuat komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat. Dengan turun langsung ke lapangan, anggota dewan dapat memahami kondisi faktual sekaligus mengevaluasi efektivitas program yang telah berjalan di wilayah tersebut.
Warga Rawalumbu dan Mustikajaya berharap aspirasi yang telah disampaikan tidak berhenti pada forum dialog semata, tetapi benar-benar ditindaklanjuti dalam bentuk kebijakan konkret. Perbaikan drainase, peningkatan kualitas jalan lingkungan, serta dukungan nyata bagi UMKM menjadi harapan utama masyarakat.
Melalui kegiatan ini, DPRD Kota Bekasi menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan kepentingan warga. Sinergi antara legislatif dan pemerintah daerah diharapkan mampu menghasilkan program pembangunan yang tepat sasaran, berkelanjutan, dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Dengan dimulainya rangkaian reses tahun 2026, masyarakat pun diimbau aktif menyampaikan aspirasi demi kemajuan Kota Bekasi yang lebih tertata, responsif, dan sejahtera.
(kabarbaghasasi/adv)
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/























