BEKASI – Skala dampak banjir yang melanda wilayah Bekasi di awal tahun 2026 ini terus meluas. Berdasarkan data terbaru yang dirilis pada Rabu (21/1/2026), tercatat sebanyak 2.894 warga Bekasi terpaksa meninggalkan rumah mereka dan kini menempati 10 titik pengungsian yang tersebar di wilayah terdampak paling parah.
Pemerintah daerah bersama BPBD dan relawan terus berupaya memastikan kebutuhan dasar para pengungsi dapat terpenuhi di tengah situasi darurat ini.
Sebaran 10 Titik Pengungsian di Bekasi
Ribuan pengungsi tersebut tidak terkonsentrasi di satu tempat, melainkan disebar ke beberapa lokasi strategis guna memudahkan distribusi logistik dan pemantauan kesehatan. Titik-titik pengungsian di Bekasi ini meliputi gedung pemerintah, tempat ibadah, hingga tenda darurat yang didirikan di area aman.
Beberapa wilayah di Bekasi yang mencatatkan jumlah pengungsi tertinggi meliputi:
-
Kecamatan Muaragembong: Menjadi salah satu titik terdampak paling signifikan akibat luapan sungai.
-
Wilayah Tambun Utara: Fokus evakuasi dilakukan di area yang bersinggungan dengan aliran Kali CBL.
-
Cikarang Timur & sekitarnya: Sejumlah warga masih bertahan di posko pengungsian darurat menunggu air benar-benar surut.
Kebutuhan Mendesak di Posko Darurat
Dengan jumlah pengungsi yang mencapai hampir tiga ribu jiwa, tantangan utama di lapangan adalah ketersediaan logistik yang konsisten. Petugas di posko-posko Bekasi melaporkan kebutuhan mendesak berupa:
-
Makanan dan Air Bersih: Diperlukan pasokan nasi bungkus atau dapur umum yang aktif 24 jam.
-
Susu dan Perlengkapan Bayi: Mengingat banyaknya ibu dan anak yang ikut mengungsi.
-
Obat-obatan: Terutama obat penyakit kulit, diare, dan vitamin untuk menjaga imun para pengungsi.
-
Alat Penerangan: Beberapa titik pengungsian masih terkendala dengan pemadaman listrik berkala.
Koordinasi Penanganan Bencana
Pemerintah Kota dan Kabupaten Bekasi memastikan bahwa petugas kesehatan telah disiagakan di setiap titik pengungsian. Audit harian dilakukan untuk memantau jika ada warga yang membutuhkan penanganan medis lebih lanjut ke rumah sakit terdekat.
“Prioritas kami adalah memastikan 2.894 jiwa ini aman dan sehat. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat melalui Kemensos dan BNPB agar bantuan tambahan bisa segera masuk ke seluruh 10 titik ini,” ungkap otoritas setempat di Bekasi.
Warga diimbau untuk tidak kembali ke rumah sebelum ada pernyataan resmi dari BPBD mengenai keamanan status banjir, mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi di wilayah Bekasi dalam beberapa hari ke depan.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/
























