Jakarta – Suasana ujian praktik sains di sebuah sekolah menengah pertama di Kabupaten Siak, Riau berubah menjadi duka mendalam setelah seorang siswa meninggal dunia akibat ledakan senapan rakitan yang digunakan sebagai alat peraga. Peristiwa tragis ini terjadi saat kegiatan ujian praktik berlangsung di lingkungan sekolah dan langsung mengejutkan para siswa, guru, serta orang tua.
Korban diketahui merupakan siswa kelas IX berinisial MA (15). Insiden terjadi ketika korban bersama kelompoknya menampilkan hasil proyek sains berupa senapan rakitan yang dibuat menggunakan teknologi cetak 3D. Demonstrasi tersebut awalnya dimaksudkan sebagai bagian dari presentasi inovasi sains yang harus ditunjukkan di hadapan penguji dan siswa lainnya.
Menurut keterangan pihak kepolisian, sebelum melakukan demonstrasi, korban sempat meminta teman-temannya untuk menjauh karena akan memperagakan alat tersebut. Namun, saat senapan diuji coba, perangkat tersebut tiba-tiba meledak dan serpihan mengenai bagian wajah serta kepala korban. Ledakan itu memicu kepanikan di lokasi ujian praktik yang digelar di area lapangan sekolah.
Korban segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis. Sayangnya, luka parah yang diderita membuat nyawa korban tidak tertolong. Kejadian ini meninggalkan trauma mendalam bagi teman-teman korban, tenaga pendidik, serta keluarga yang ditinggalkan.
Pihak kepolisian setempat langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan memeriksa sejumlah saksi untuk mengetahui penyebab pasti ledakan. Penyelidikan difokuskan pada kemungkinan kelalaian dalam pengawasan penggunaan alat peraga berbahaya dalam kegiatan sekolah. Aparat juga menelusuri proses pembuatan senapan rakitan tersebut serta bagaimana alat itu bisa digunakan dalam kegiatan ujian praktik.
Peristiwa ini memicu perhatian luas terkait keamanan dalam pelaksanaan ujian praktik berbasis proyek di sekolah. Banyak pihak menilai perlunya standar keamanan yang lebih ketat, terutama ketika siswa diminta menampilkan karya berbasis teknologi atau eksperimen yang berpotensi berbahaya.
Pakar pendidikan menilai bahwa kegiatan praktik sains memang penting untuk mendorong kreativitas, inovasi, dan keterampilan siswa. Namun, mereka menegaskan bahwa pengawasan guru serta prosedur keselamatan harus menjadi prioritas utama. Tanpa sistem keamanan yang memadai, kegiatan yang seharusnya mendukung pembelajaran justru berpotensi menimbulkan risiko serius.
Pemerintah daerah bersama dinas pendidikan disebut akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur ujian praktik di sekolah-sekolah. Evaluasi tersebut mencakup standar keamanan alat peraga, prosedur pengawasan, serta pelatihan mitigasi risiko bagi tenaga pendidik.
Tragedi ini menjadi pengingat penting bahwa inovasi dalam pendidikan harus berjalan beriringan dengan perlindungan keselamatan peserta didik. Sekolah diharapkan mampu memastikan bahwa setiap kegiatan pembelajaran, terutama yang melibatkan eksperimen, dilakukan dengan pengawasan dan standar keselamatan yang ketat agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/























