Lansia-Sebatang-Kara-di-Gunungkidul-Tertimpa-Reruntuhan-Bangunan-Rumahnya-yang-Ambruk
Tragedi Rumah Tua di Gunungkidul: Ambruk Akibat Lapuk, Timpa Lansia yang Hidup Sebatang Kara

GUNUNGKIDUL – Sebuah insiden memilukan terjadi di wilayah Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada Sabtu siang. Sebuah rumah tua yang kondisinya sudah cukup memprihatinkan dilaporkan roboh secara tiba-tiba. Nahas, reruntuhan bangunan tersebut menimpa seorang lanjut usia (lansia) yang selama ini diketahui tinggal seorang diri di rumah tersebut.

Peristiwa ini mengejutkan warga sekitar yang mendengar suara dentuman keras saat bangunan kayu dan bambu tersebut ambruk ke tanah. Diduga kuat, struktur bangunan yang sudah lapuk termakan usia tidak lagi mampu menahan beban, terutama setelah cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut belakangan ini.

Berdasarkan keterangan saksi mata, kejadian berlangsung sangat cepat. Warga yang menyadari bahwa korban berada di dalam rumah segera berlarian untuk memberikan pertolongan. Dengan alat seadanya, tetangga bahu-membahu menyingkirkan puing-puing genteng dan kayu untuk mencari keberadaan korban yang tertimbun.

Pihak BPBD Gunungkidul beserta relawan yang tiba di lokasi segera melakukan proses evakuasi. Kondisi korban saat ditemukan cukup lemas karena terjepit material bangunan. “Korban sedang berada di ruang tengah saat kejadian. Beruntung, ada bagian rangka kayu yang memberikan rongga sehingga korban tidak tertindih sepenuhnya secara langsung,” ujar salah seorang relawan di lokasi kejadian.

Setelah berhasil dikeluarkan dari reruntuhan, lansia tersebut segera dilarikan ke rumah sakit terdekat menggunakan ambulans desa. Korban dilaporkan mengalami beberapa luka lecet dan memar di bagian tubuhnya, serta mengalami trauma akibat insiden yang nyaris merenggut nyawanya tersebut.

Pihak medis masih melakukan observasi lebih lanjut untuk memastikan tidak ada luka dalam atau retak tulang yang dialami korban. Mengingat usia korban yang sudah sangat senja, penanganan intensif dilakukan untuk mempercepat pemulihan fisiknya.

Kejadian ini kembali memicu keprihatinan publik mengenai keberadaan rumah tidak layak huni (RTLH) di pelosok Gunungkidul, terutama yang dihuni oleh lansia sebatang kara. Warga berharap pemerintah daerah dapat lebih proaktif dalam mendata dan memberikan bantuan renovasi bagi rumah-rumah yang kondisinya membahayakan penghuninya.

Untuk sementara waktu, rumah korban sudah dipasang garis pengaman oleh pihak berwenang agar warga tidak mendekat, mengingat masih ada potensi sisa bangunan yang roboh susulan. Warga setempat juga mulai menggalang donasi dan bantuan tenaga untuk membersihkan sisa reruntuhan serta merencanakan tempat tinggal sementara bagi korban setelah keluar dari rumah sakit nanti.

Tragedi ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk lebih peduli terhadap kondisi tetangga, terutama para lansia yang hidup sendiri tanpa pendampingan keluarga, agar kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/

Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/