Karawang – Kecelakaan tragis terjadi di Karawang Timur, Jawa Barat, pada Minggu malam, 15 Februari 2026, ketika sebuah truk kontainer terguling dan menimpa mobil sedan Toyota Corolla yang tengah melintas. Insiden ini merenggut tiga nyawa — termasuk ayah, ibu, dan seorang balita — dari enam penumpang yang berada dalam mobil tersebut. Peristiwa ini mengundang keprihatinan luas dan menjadi sorotan publik terkait keselamatan lalu lintas di wilayah kabupaten tersebut.
Peristiwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 20.00 WIB di Jalan Irigasi Bendasari, Desa Kondangjaya, wilayah Kecamatan Karawang Timur. Truk kontainer bermuatan minyak goreng berpelat nomor B 9107 UEI tampak melintas di jalur sempit dan menurun yang tidak seharusnya dilalui kendaraan besar. Diduga sopir truk kehilangan kendali karena beratnya beban dan kondisi jalan yang kurang memadai, sehingga kendaraan tersebut terguling dan langsung menimpa mobil sedan bernomor polisi T 1275 KN yang datang dari arah berlawanan.
Identitas & Korban
Menurut informasi terkini, ketiga korban yang meninggal dunia merupakan satu keluarga yang sedang melakukan perjalanan malam itu. Mereka terdiri dari sang ayah sopir mobil, sang ibu penumpang depan, dan seorang anak balita yang berada dalam pangkuan ibunya. Sementara tiga penumpang lainnya — yang duduk di jok belakang — selamat, meskipun mengalami luka serius dan patah tulang akibat ringseknya kendaraan yang tertimpa kontainer.
Proses evakuasi korban berlangsung lebih dari dua jam, karena kondisi jalan yang sempit serta posisi mobil yang tertimpa beban berat kontainer menyulitkan tim SAR dan petugas kepolisian dalam mengeluarkan korban dari puing kendaraan. Pihak kepolisian bersama Dinas Perhubungan Karawang, aparat Pemadam Kebakaran, serta relawan lokal bersama-sama mengevakuasi kendaraan dan korban dari lokasi kejadian.
Polisi dan Pemeriksaan Sopir
Kasat Lantas Polres Karawang, AKP Sudirianto, mengonfirmasi bahwa sopir truk telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pemeriksaan termasuk tes urine dan keterangan saksi guna menentukan apakah ada unsur kelalaian, pelanggaran lalu lintas, atau faktor lain yang menyebabkan pengemudi truk memaksakan masuk ke jalan yang sempit.
Pihak kepolisian juga meminta keterangan seorang warga yang disebut memandu truk kontainer melalui jalur tersebut, meskipun jalan itu bukan peruntukan untuk kendaraan besar. Polisi tengah mengembangkan penyelidikan untuk menentukan apakah adanya pengabaian aturan tersebut turut berkontribusi terhadap terjadinya kecelakaan maut tersebut.
Respon Warga dan Pemerintah Daerah
Kecelakaan ini memicu reaksi cepat dari Dinas Perhubungan (Dishub) Karawang, yang menyatakan akan menutup akses jalan turunan sempit tersebut secara permanen. Keputusan penutupan sebagai langkah pencegahan untuk menghindari kejadian serupa, terutama karena jalur tersebut sering digunakan oleh kendaraan berat meskipun tidak layak dilalui.
Warga sekitar lokasi kejadian menyampaikan duka cita mendalam atas hilangnya tiga nyawa dari sebuah keluarga, sambil berharap pihak berwenang dapat lebih meningkatkan pengawasan dan penataan rute kendaraan besar di kawasan pemukiman dan jalan sempit.
Kecelakaan maut truk kontainer terguling dan menimpa sedan di Karawang mengingatkan kembali pentingnya aturan keselamatan jalan serta penataan rute kendaraan berat yang sesuai. Sementara proses hukum dan penyelidikan terus berjalan, tragedi ini menjadi momentum bagi otoritas lokal untuk memperketat pengawasan lalu lintas khususnya pada ruas jalan yang berpotensi berbahaya bagi pengguna jalan lain.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/





















