Bali – Sebuah bus pariwisata yang membawa 13 wisatawan asal China terguling di pintu keluar Tol Bali Mandara, Denpasar, Jumat (5/12/2025) pagi. Kecelakaan itu terjadi di Jalan Raya Pelabuhan Benoa Km 12, tepat saat kendaraan keluar dari tol. Bus dengan pelat nomor DK 7728 GA disopiri oleh pria berinisial ML, yang menurut polisi sempat mengantuk sebelum kehilangan kendali.
Menurut keterangan dari Polresta Denpasar, insiden ini mengakibatkan 13 WNA China dan dua awak (sopir + pemandu wisata) mengalami luka-luka. Korban dilaporkan menderita memar, luka lecet, bahkan patah gigi — dan dua di antaranya masih dalam observasi apakah mengalami patah tulang. Meski begitu, pihak kepolisian memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
Kronologi Singkat
Bus semula melaju dari selatan menuju utara, berada di lajur cepat saat memasuki pintu keluar tol. Sesampainya di titik Km 12, sang sopir dilaporkan bergeser ke lajur kanan — dugaan awal yakni karena ngantuk — sebelum menabrak tiang lampu jalan dan menyebabkan mobil terguling.
Korban — wisatawan China — langsung dievakuasi ke rumah sakit di Denpasar, termasuk di antaranya Rumah Sakit Bali Mandara dan Siloam Hospital. Tim medis bersama Kepolisian segera mendatangi lokasi dan memberikan perawatan serta pendataan.
Faktor & Tantangan Pariwisata
Insiden ini menambah deretan kecelakaan lalu-lintas yang menimpa wisatawan asing di Bali dalam kurun waktu beberapa bulan terakhir. Pada 14 November 2025 lalu, sebuah minibus yang membawa rombongan turis China di Buleleng terguling — menewaskan lima orang dan melukai delapan lainnya.
Karena itu, kecelakaan di pintu keluar tol Bali Mandara ini kembali memunculkan sorotan terhadap aspek keselamatan transportasi wisata: mulai dari kondisi jalan, kecepatan kendaraan, kondisi sopir, hingga regulasi dan pengawasan operator travel. Bagi pulau yang menggantungkan banyak pada sektor pariwisata seperti Bali, hal ini bisa menjadi alarm untuk memperketat standar keamanan.
Respons & Penanganan
Pihak Polresta Denpasar telah mengambil langkah cepat: mengamankan lokasi, mengevakuasi korban, serta memeriksa sopir dan pemandu wisata. Selain itu, kepolisian juga menghubungi pihak travel dan konsulat negara asal korban, untuk memastikan penanganan medis dan administrasi berjalan sesuai prosedur.
Sementara itu, otoritas pariwisata di Bali dan penyedia layanan transportasi diharapkan mengevaluasi kembali standar operasional — termasuk keharusan istirahat sopir, pemeriksaan kondisi kendaraan, dan edukasi keselamatan bagi turis.
Baca juga berita update lainnya disini: https://suarakabarmedia.com/
Baca juga berita update Bekasi lainnya disini: https://kabarbaghasasi.com/
























